Thursday, 27 Ramadhan 1435 / 24 July 2014
find us on : 
  Login |  Register
  •  Seorang pengunjuk rasa ditangkap polisi dari Orange County saat berunjuk rasa  memprotes aksi penembakan polisi di Anaheim, California, Selasa (24/7) waktu setempat. (Alex Gallardo/Reuters)

    Seorang pengunjuk rasa ditangkap polisi dari Orange County saat berunjuk rasa memprotes aksi penembakan polisi di Anaheim, California, Selasa (24/7) waktu setempat. (Alex Gallardo/Reuters)

  •  Seorang pengunjuk rasa ditangkap polisi dari Orange County saat berunjuk rasa  memprotes aksi penembakan polisi di Anaheim, California, Selasa (24/7) waktu setempat. (Alex Gallardo/Reuters)

    Seorang pengunjuk rasa ditangkap polisi dari Orange County saat berunjuk rasa memprotes aksi penembakan polisi di Anaheim, California, Selasa (24/7) waktu setempat. (Alex Gallardo/Reuters)

  •  Seorang pengunjuk rasa ditangkap polisi dari Orange County saat berunjuk rasa  memprotes aksi penembakan polisi di Anaheim, California, Selasa (24/7) waktu setempat. (Alex Gallardo/Reuters)

    Polisi dari Orange County menghadang pengunjuk rasa yang berusaha menduduki persimpangan Anaheim Blvd saat berunjuk rasa menentang aksi penembakan polisi di Anaheim, California, Selasa (24/7) waktu setempat. (Alex Gallardo/Reuters)

  •  Seorang pengunjuk rasa ditangkap polisi dari Orange County saat berunjuk rasa  memprotes aksi penembakan polisi di Anaheim, California, Selasa (24/7) waktu setempat. (Alex Gallardo/Reuters)

    Seorang wanita berjalan keluar dari toko Starbucks Coffee di Anaheim, California, Selasa (24/7) waktu setempat.Para pengunjuk rasa melemparkan kursi dan merusak jendela Starbucks, saat memprotes aksi penembakan polisi.(Alex Gallardo/Reuters)

  •  Seorang pengunjuk rasa ditangkap polisi dari Orange County saat berunjuk rasa  memprotes aksi penembakan polisi di Anaheim, California, Selasa (24/7) waktu setempat. (Alex Gallardo/Reuters)

    Sebuah jendela yang pecah akibat lemparan kursi dari pengunjuk rasa di toko Starbucks Coffee terlihat di Anaheim, California, Selasa (24/7) waktu setempat.(Alex Gallardo/Reuters)

 Seorang pengunjuk rasa ditangkap polisi dari Orange County saat berunjuk rasa  memprotes aksi penembakan polisi di Anaheim, California, Selasa (24/7) waktu setempat. (Alex Gallardo/Reuters)  Seorang pengunjuk rasa ditangkap polisi dari Orange County saat berunjuk rasa  memprotes aksi penembakan polisi di Anaheim, California, Selasa (24/7) waktu setempat. (Alex Gallardo/Reuters)  Seorang pengunjuk rasa ditangkap polisi dari Orange County saat berunjuk rasa  memprotes aksi penembakan polisi di Anaheim, California, Selasa (24/7) waktu setempat. (Alex Gallardo/Reuters)  Seorang pengunjuk rasa ditangkap polisi dari Orange County saat berunjuk rasa  memprotes aksi penembakan polisi di Anaheim, California, Selasa (24/7) waktu setempat. (Alex Gallardo/Reuters)  Seorang pengunjuk rasa ditangkap polisi dari Orange County saat berunjuk rasa  memprotes aksi penembakan polisi di Anaheim, California, Selasa (24/7) waktu setempat. (Alex Gallardo/Reuters)

In Picture: Warga Protes Aksi Brutal Polisi AS

Wednesday, 25 July 2012, 14:43 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,Warga Anaheim, California,  berunjuk rasa memprotes insiden tewasnya Manuel Diaz, seorang pria keturunan Amerika Latin akibat ditembak mati oleh petugas polisi. Pihak kepolisian Orange County berdalih dia adalah penjahat jalanan yang tengah diintai.
 

Aksi unjuk rasa berakhir rusuh setelah para pengunjuk rasa melemparkan kursi dan memecahkan jendela toko  Starbucks di Anaheim, Selasa (24/7) waktu setempat.



 


 

 

Redaktur : Mohamad Amin Madani
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar