Sunday, 26 Zulqaidah 1435 / 21 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mursi Tunjuk Perdana Menteri Baru

Wednesday, 25 July 2012, 08:35 WIB
Komentar : 0
Egyptian Presidency/AP
  Presiden Mesir, Mohammed Mursi (kiri) bersama Perdana Menteri yang baru ditunjuk Hisham Qandil (kanan).
Presiden Mesir, Mohammed Mursi (kiri) bersama Perdana Menteri yang baru ditunjuk Hisham Qandil (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Presiden Mesir, Mohammed Mursi terus melakukan pembenahan. Selasa (24/7), Mursi mengangkat Hisham Qandil menjadi perdana menteri baru negara itu dan menugaskannya membentuk kabinet baru.

Pengangkatan Hishan Qandil --yang sebelumnya menjabat menteri irigasi itu-- dilakukan 25 hari setelah Moursi dilantik sebagai presiden sipil pertama Mesir dalam pemilihan umum yang bebas menggantikan Husni Mubarak, yang disingkirkan dari jabatannya melalui gerakan rakyat pada awal tahun lalu.

Qandil adalah menteri irigasi dalam pemerintah PM Kamal Ganzuri yang ia gantikan. "Pengangkatan seorang tokoh patriotik dan independen ini dilakukan setelah melakukan banyak studi dan diskusi untuk memilih seorang yang dapat mengurus rencana sekarang," kata juru bicara Mursi, Yassir Ali.

"Dr Qandil tidak memiliki afiliasi dengan satu partai politik sebelum atau setelah revolusi itu," kata Ali.

Lahir tahun 1962, Qandil menyelesaikan kuliahnya di fakultas teknik Universitas Kairo sebelum melanjutkan studinya di Amerika Serikat. Pada tahun 1993, ia menerima gelar doktor dari Unuversitas North Carolina.

Qandil memegang berbagai jabatan sektor publik dalam masalah air dan teknik serta dalam bidang keuangan. Ia adalah seorang manajer senior di Bank Pembangunan Afrika sebelum memimpin Sektor Perairan Nil Mesir.

Sejak Moursi dipilih Juni, Mesir dilanda pergolakan kekuasaan yang rumit antara Moursi yang mantan pejabat senior Ikhwanul Muslimin dan Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF), yang memerintah negara itu sejak Mubarak mundur Februari 2011.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara/AFP
Jauhkanlah diri kamu daripada sangka (jahat) karena sangka (jahat) itu sedusta-dusta omongan, (hati)(HR Muttafaq Alaih )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...