Tuesday, 9 Rajab 1436 / 28 April 2015
find us on : 
  Login |  Register

Akui Kepemilikan, Suriah Ancam Gunakan Senjata Kimia

Tuesday, 24 July 2012, 06:57 WIB
Komentar : 3
AP
Bashar al Assad dan istrinya Asma Assad
Bashar al Assad dan istrinya Asma Assad

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad akhirnya mengakui kepemilikan senjata kimia dan biologis. Dalam pengakuannya, rezim tersebut mengancam akan melepaskan senjata pemusnah massal itu jika Suriah mendapat serangan dari pihak luar negeri.

"Tidak ada senjata kimia atau biologis yang akan digunakan, saya ulangi, tidak akan digunakan, selama krisis di Suriah seperti apa pun perkembangan yang terjadi di dalam negeri. Segala jenis senjata tersebut disimpan dan diamankan di bawah pengawasan langsung dari angkatan bersenjata Suriah. Senjata tersebut tidak akan digunakan kecuali Suriah mendapat agresi dari pihak luar," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Suriah, Jihad Makdissi seperti dilansir AP, Senin (23/7).

Pernyataan tersebut merupakan pengakuan pertama dari pemerintah Suriah tentang kepemilikan senjata pemusnah massal. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Presiden Bashar Al-Assad akan terus berusaha mempertahankan kekuasaannya di Suriah, apa pun konsekuensinya.

Sebelumnya, Suriah diyakini memiliki 'nerve agent' dan 'mustard gas', dua jenis senjata kimia dan biologis paling mematikan.

Suriah juga memiliki peralatan yang mampu mengantarkan material kimia mematikan tersebut, seperti rudal supercepat 'scud', roket anti-tank, dan rudal anti-pesawat terbaru.




Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Hazliansyah
Sumber : AP
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Video Ketegangan Saat Terjadi Gempa di Nepal
KHATMANDU -- Gempa yang terjadi di Nepal pada Sabtu (25/4) dengan kekuatan 7,8 skala richter tak hanya menyebabkan korban jiwa, namun juga menghancurkan...