Friday, 7 Muharram 1436 / 31 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Iran Desak PBB Hentikan Pembantaian Muslim di Myanmar

Saturday, 21 July 2012, 17:47 WIB
Komentar : 32
nytimes
Muslim Rohingya
Muslim Rohingya

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Wakil Tetap Iran untuk PBB Mohammad Khazaei, dalam surat kepada Sekjen PBB Ban-Ki Moon, menyerukan badan internasional itu segera bertindak untuk menghentikan pembantaian umat Islam di Myanmar.

Dalam surat tersebut, Khazaei menyatakan keprihatinan atas situasi Muslim Myanmar dan menyerukan tindakan serius serta tegas PBB untuk mendukung mereka.

Utusan Iran juga telah mengirimkan salinan surat kepada wakil Organisasi Kerja sama Islam dan Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Navi Pillay serta Penanggung jawab Urusan Kemanusiaan Valerie Amos.

Dia juga menyatakan sangat prihatin atas laporan sejumlah pejabat senior Myanmar, bahwa umat Islam tidak memiliki hak kewarganegaraan, sementara mereka hidup di wilayah tersebut selama berabad-abad.

Khazaei menggarisbawahi bahwa PBB harus mengambil langkah cepat ke arah mempertahankan dan melaksanakan Piagam PBB serta mendukung orang-orang Muslim di Myanmar.

Dia mengatakan Sekjen PBB diharapkan bertindak tegas untuk menghentikan tindakan yang menimbulkan bencana di Myanmar itu.

Utusan itu menambahkan bahwa, tidak diragukan lagi, diamnya masyarakat internasional tentang situasi di Myanmar akan menjadi pelanggaran berat hak-hak dasar Muslim dan hukum internasional serta akan menjadi tren berbahaya dalam hubungan internasional.

Dia menyatakan harapan bahwa pemerintah Myanmar akan menanggapi positif keprihatinan masyarakat internasional ini, sehingga umat Islam dapat kembali ke rumah-rumah mereka dengan keamanan dan rasa hormat, demikian seperti yang dikutip dari Kantor Berita Iran, IRNA.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Satu Satu Aku Sayang Ibu,' Siswa SD di Amerika Bernyanyi dan Bermain Angklung
WASHINGTON DC -- Sekitar 200 siswa SD dari tiga negara bagian di Amerika mempergelarkan musik angklung di Washington DC. Mereka tampil dalam rangkaian...