Rabu, 3 Syawwal 1435 / 30 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

PBB Kembali Desak Rusia untuk Pengaruhi Assad

Rabu, 18 Juli 2012, 05:51 WIB
Komentar : 1
AFP
 Mantan Sekjen PBB Kofi Annan (tengah) tengah berbincang dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kiri) dan Sekjen PBB Ban Ki-  Moon pada pertemuan di Jenewa, Swiss, yang membahas terkait masa depan perdamaian di Suriah.
Mantan Sekjen PBB Kofi Annan (tengah) tengah berbincang dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kiri) dan Sekjen PBB Ban Ki- Moon pada pertemuan di Jenewa, Swiss, yang membahas terkait masa depan perdamaian di Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, PBB -- Sekjen PBB, Ban Ki-moon kembali mendesak Rusia untuk meningkatkan tekanan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad. Hal itu disampaikan Ki-moon selama pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, kata juru bicara PBB Selasa.

"Dia meminta Rusia untuk menggunakan pengaruhnya guna memastikan penuh dan segera pelaksanaan rencana perdamaian utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan," kata juru bicara PBB Martin Nesirky.

Ban berbicara dengan Lavrov Senin malam melalui telepon, sehari setelah percakapan yang sama dengan Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi. "Ban dan Lavrov membahas situasi di Suriah dan keharusan yang mendesak untuk menghentikan kekerasan," kata Nesirky.

Annan sendiri berada di Moskow pada Selasa untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin dan Ban "Ia menekankan pentingnya pembahasan ini, mengingat telah meningkat dan mengkhawatirkannya situasi di Suriah," tambah juru bicara itu.

Dewan Keamanan PBB, pada Rabu akan mengadakan pemungutan suara untuk memilih resolusi yang akan mengancam sanksi terhadap Bashar jika ia tidak menarik kembali senjata beratnya dari kota-kota Suriah. Rusia sendiri telah berjanji untuk memblokir resolusi itu.

Para aktivis mengatakan, sedikitnya 35 orang tewas di seluruh Suriah pada Selasa, 16 dari mereka warga sipil, sehingga menambah korban lebih dari 17.000 orang tewas sejak pemberontakan terhadap Bashar al-Assad mulai 16 bulan lalu.


Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara/AFP
Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, (( QS.An Anfaal 8 : 53 ))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
JK, Terpilih Wapres Biasa Saja, Anak dan Cucu Sedih
JAKARTA -- JAKARTA -- Jusuf Kalla sudah diumumkan secara resmi oleh KPU sebagai cawapres terpilih 2014-2019 pada tanggal 22 Juli kemarin. Ini menjadi kali...