Senin, 30 Safar 1436 / 22 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

2,5 Juta Orang di Somalia Masih Menderita Kelaparan

Rabu, 18 Juli 2012, 05:26 WIB
Komentar : 0
anak-anak di somalia
anak-anak di somalia

REPUBLIKA.CO.ID, NAIROBI -- PBB kembali mengumumkan wilayah yang kelanda kelaparan (kekurangan pangan) di Somalia. Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari 2,5 juta orang di negara yang bergejolak itu menderita kelaparan meski bantuan secara besar-besaran dari penduduk global terus dilakukan.

"Angka kematian anak dan kekurangan gizi di Somalia meningkat tajam, tetap termasuk di antara yang tertinggi di dunia," kata Mark Bowden, Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Somalia kepada wartawan di ibu kota Kenya itu.

Puluhan ribu orang diperkirakan tewas tahun lalu setelah musim kemarau yang dahsyat dan perang yang memaksa sejumlah daerah Somalia selatan menderita kekurangan pangan (kelaparan) Juli lalu. Dikhawatirkan situasi akan memburuk dalam beberapa bulan kedepan jita tidak ada hujan, hingga kemungkinan hasil panen akan sulit.

"Konflik dan tidak adanya akses ke penduduk tetap tantangan besar bagi operasional," katanya, dan menambahkan para donor sejauh ini memberikan sekitar separuh dari dana yang diperlukan, dengan kekurangan 576 juta dolar AS.

Somalia selatan -- ajang pertempuran antara pasukan Uni Afrika dan pasukan Ethiopia melawan para petempur Al Shebab-- adalah satu daerah yang sangat mencemaskan, katanya, dengan tanaman penting di wilayah itu terancam akibat tidak ada hujan.

Situasi kemanusiaan mungkin akan memburuk lebih jauh lagi jika pemulihan tidak segera dilakukan, katanya. "Jumlah orang yang memerlukan bantuan mungkin meningkat dalam pertengahan kedua tahun ini."

Somalia yang dilanda perang saudara yang hampir tiada henti selama dua dasa warsa belakangan ini, adalah salah satu dari tempat-tempat yang membutuhkan pekerja sosial namun juga paling berbahaya bagi pekerja sosial.


Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara/AFP
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Mobil Tenaga Surya Karya SMK Muhammadiyah, Din: Sangat Membanggakan
JAKARTA -- SMK Muhammadiyah belum lama ini mengenalkan karyanya, yakni sebuah moda transportasi bertenaga surya. Ketua umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin menjelaskan hadirnya mobil...