Jumat, 28 Muharram 1436 / 21 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bush dan Wen Jiabao Pun Pernah Dilempari Sepatu

Selasa, 17 Juli 2012, 19:32 WIB
Komentar : 2
ap
Saat
Saat

REPUBLIKA.CO.ID,Hillary bukan satu-satunya pejabat yang pernah kena demo, dilempar tomat, atau ditimpuk sepatu. Mantan presiden AS George W Bush pada Desember 2008 pernah mengalami hal yang lebih parah. Saat jumpa pers, ketika Bush sedang pidato, seorang wartawan Irak bernama Muntadar al-Zaidi tiba-tiba berdiri dan berteriak, “Ini ada salam perpisahan dari rakyat Irak!” Lalu, ia melempar sepatunya ke arah Bush. Sepatu pertama tidak kena sasaran, Muntadar melepas sepatu keduanya sambil berteriak lagi, “Ini untuk para janda dan anak-anak yatim piatu di Irak!” Ia akhirnya diringkus petugas. Dalam adat Arab, melempar sepatu dan memperlihatkan sol sepatu merupakan penghinaan berat.

Setahun kemudian, di Universitas Cambridge, Inggris, Perdana Menteri Cina Wen Jiabao juga pernah mengalami nasib serupa. Saat ia sedang pidato di universitas bergengsi itu, seorang mahasiswa berdiri dan melempar sepatunya ke arah podium tempat Wen berdiri. Sepatu itu tak sampai ke panggung.

Si mahasiswa berteriak, “Bagaimana bisa universitas ini melacurkan diri pada diktator ini? Bagaimana Anda bisa mendengarkan cerita bohongnya? Ayo berdiri! Dan protes!” katanya.

Bahkan, sekaliber Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad pun pernah dilempar sepatu oleh rakyatnya yang memprotes kebijakannya. Tapi, mungkin tak ada yang separah mantan perdana menteri Italia Silvio Berlusconi. Memang, ia tak kena lempar sepatu atau tomat, tapi rakyatnya sendiri menggebuk sang perdana menteri dengan patung katedral Milan. Garagara ulah Massimo Tartaglia itu, wajah Berlusconi terluka dan giginya patah.

Reporter : bambang noroyono, stevie maradona
Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : ap, reuters
Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ritual Seks Gunung Kemukus, Ini Solusi MUI
JAKARTA --  Terungkapnya sebuah ritual seks kuno di Gunung Kemukus, Jawa Tengah, oleh seorang wartawan asal Australia, Patcrik Abboud membuat geger masyarakat Indonesia....