Senin, 16 Juli 2012, 05:50 WIB

Astaghfirullah, Muslimah Prancis Dipaksa Buka Jilbab dan ...

Red: Endah Hapsari
AP
Muslimah Prancis mengenakan burka
Muslimah Prancis mengenakan burka

REPUBLIKA.CO.ID, Perang Prancis terhadap jilbab telah mendorong peningkatan angka kejahatan akibat kebencian warga terhadap umat Islam di negara itu, kata seorang aktivis.

Dalam wawancara dengan Press TV, Marwan Muhammad dari anggota Komunitas Melawan Islamofobia, mengatakan bahwa kejahatan akibat kebencian terhadap Muslim meningkat, karena beberapa pelaku kriminal merasa lebih kuat dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami menyaksikan peningkatan secara luas kejahatan akibat kebencian terhadap Muslim. Bahkan 92 persen korban adalah perempuan," kata Muhammad.

"Setiap kali seorang Muslimah ingin menjalankan agamanya dan menjalin interaksi dengan seluruh masyarakat, maka ideologi Prancis melarang mereka dari melakukan itu," tambahnya.

Prancis memiliki hukum yang sangat ketat dan melarang Muslim menampilkan simbol-simbol agama mereka. Di beberapa kota besar, para pejabat keamanan bandara memaksa wanita Muslim untuk menanggalkan jilbab mereka atas nama keamanan.

Bandara Nantes Atlantique mewajibkan wanita berjilbab untuk melepas jilbab mereka dan memasukkannya ke mesin sinar-X bersama dengan barang-barang bawaan lainnya.

Padahal, menurut peraturan keamanan bandara Uni Eropa, para pejabat keamanan tidak memiliki wewenang untuk meminta perempuan melepas jilbab mereka. 

Sumber : IRIB/IRNA