Friday, 14 Rajab 1434 / 24 May 2013
find us on : 
  Login |  Register

Astaghfirullah, Muslimah Prancis Dipaksa Buka Jilbab dan ...

Monday, 16 July 2012, 05:50 WIB
Komentar : 1
AP
Muslimah Prancis mengenakan burka
Muslimah Prancis mengenakan burka

REPUBLIKA.CO.ID, Perang Prancis terhadap jilbab telah mendorong peningkatan angka kejahatan akibat kebencian warga terhadap umat Islam di negara itu, kata seorang aktivis.

Dalam wawancara dengan Press TV, Marwan Muhammad dari anggota Komunitas Melawan Islamofobia, mengatakan bahwa kejahatan akibat kebencian terhadap Muslim meningkat, karena beberapa pelaku kriminal merasa lebih kuat dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami menyaksikan peningkatan secara luas kejahatan akibat kebencian terhadap Muslim. Bahkan 92 persen korban adalah perempuan," kata Muhammad.

"Setiap kali seorang Muslimah ingin menjalankan agamanya dan menjalin interaksi dengan seluruh masyarakat, maka ideologi Prancis melarang mereka dari melakukan itu," tambahnya.

Prancis memiliki hukum yang sangat ketat dan melarang Muslim menampilkan simbol-simbol agama mereka. Di beberapa kota besar, para pejabat keamanan bandara memaksa wanita Muslim untuk menanggalkan jilbab mereka atas nama keamanan.

Bandara Nantes Atlantique mewajibkan wanita berjilbab untuk melepas jilbab mereka dan memasukkannya ke mesin sinar-X bersama dengan barang-barang bawaan lainnya.

Padahal, menurut peraturan keamanan bandara Uni Eropa, para pejabat keamanan tidak memiliki wewenang untuk meminta perempuan melepas jilbab mereka. 

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : IRIB/IRNA
5.902 reads
Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW Islam manakah yang paling baik? Rasulullah bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Syairi Monday, 16 July 2012, 06:28
rasa takut akan Islam dan perkembanganya di Erofa membuat mereka lupa sebagai negara pengusung kebebasan justru mereka anti kebebas sendirian terutama dalam beragama..
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Ini Inspirasi Satu Restoran Halal di California
Dengan konsentrasi komunitas Indonesia tertinggi bermukim di daerah pantai Barat Amerika, ditambahnya cukup terbukanya warga Amerika di daerah ini akan makanan...