Tuesday, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Warga AS Diculik, Mesir Bantu Pembebasan

Monday, 16 July 2012, 05:13 WIB
Komentar : 1
www.karimatafm.com
Korban penculikan (ilustrasi)
Korban penculikan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO---Para pejabat Mesir mempersiapkan negosiasi untuk mengupayakan pembebasan dua orang AS yang diculik di kawasan pegunungan Sinai, dengan menyertakan sejumlah pemimpin suku Badui sebagai penengah, kata satu sumber keamanan.

Seorang anggota suku Badui, Germy Abu Masouh, mengatakan, ia menculik dua warga AS -- seorang pastor dan seorang wanita -- serta seorang pemandu wisata Mesir mereka di Sinai tengah, Jumat, untuk memprotes penahanan pamannya atas tuduhan pelanggaran narkoba, kata sumber itu.

Abu Masouh berasal dari keluarga terkenal di lingkungan Tarabin, suku Badui Sinai terbesar di Mesir. "Sebuah delegasi keamanan tingkat tinggi dibentuk bersama sejumlah syeikh suku untuk melakukan negosiasi dengan penculik guna mengakhiri krisis tersebut secara damai," kata sumber keamanan itu.

Sumber tersebut tidak menjelaskan kapan perundingan itu akan dimulai.

Abu Masouh mengaitkan pembebasan para sandera itu dengan pembebasan pamannya, yang ditahan di Iskandariah setelah dinyatakan bersalah memperdagangkan setengah ton obat bius, kata sumber itu.

Pada Mei, dua wisatawan AS yang diculik dekat daerah wisata Laut Merah, Dahab, dibebaskan setelah ditahan kurang dari 24 jam. Semua sandera sebelumnya yang ditangkap di Sinai juga dibebaskan tanpa cedera.

Orang-orang Badui menyerang sejumlah kantor polisi, memblokade akses-akses jalan dan menyandera orang untuk menunjukkan ketidakpuasan mereka pada perlakuan buruk terhadap mereka oleh Kairo dan untuk mendorong pembebasan para kerabat mereka yang dipenjarakan.

Suku-suku di wilayah selatan membantah keterkaitan dengan kelompok muslim garis keras yang melawan aparat keamanan untuk memperebutkan kendali atas wilayah utara semenanjung yang terkucil itu.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...