Friday, 7 Muharram 1436 / 31 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Nasib Muslim Rohingya Bikin ASEAN Prihatin

Sunday, 15 July 2012, 22:53 WIB
Komentar : 2
Andrew Biraj/Reuters
Pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar di Teknaf, kota perbatasan Bangladesh.
Pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar di Teknaf, kota perbatasan Bangladesh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sekretaris Jenderal ASEAN Dr. Surin Pitsuwan menyatakan keprihatinan mendalam atas kekerasan yang terjadi terhadap umat Muslim Rohingya di Myanmar.

Siaran pers Sekretariat ASEAN yang diterima di Jakarta, Ahad (15/7), pada pekan ini di Phnom Penh, Surin membahas langsung masalah Rohingya dengan Menteri Luar Negeri Myanmar U Wunna Maung Lwin dan Menlu Bangladesh Dipu Moni.

Kedua menteri telah berjanji untuk bekerja sama dan terus menginformasikan perkembangan kasus Rohingya kepada ASEAN. Para menlu negara-negara anggota ASEAN pada Juli 2009 telah menugaskan Sekretariat ASEAN untuk terus memantau keadaan Rohingya.

Surin menghargai kepedulian warga ASEAN terhadap penderitaan para Muslim Rohingya, yang menjadi pekerja migran di negara-negara anggota ASEAN. Rohingya adalah kelompok etnis yang kebanyakan beragama Islam dan bermukim di kawasan Rakhine Utara di Myanmar Barat.

Warga Muslim Rohingya telah mengalami penderitaan dan tekanan di dalam negeri mereka sejak lama. Pemerintah Myanmar menolak hak kewarganegaraan mereka di tanah kelahirannya. "Kami akan terus memasang mata dan telinga pada nasib para warga malang itu," kata Surin.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tak Peduli Hukum Internasional, Israel Lanjut Bangun Pemukiman Ilegal
WASHINGTON DC -- Pemerintah Israel melanjutkan pembangunan permukiman illegal di Yerusalem Timur dan Tepi Barat. Meski melanggar hukum internasional dan mendapat kecaman dunia...