Jumat, 16 Ramadhan 1436 / 03 Juli 2015
find us on : 
  Login |  Register

Nasib Muslim Rohingya Bikin ASEAN Prihatin

Minggu, 15 Juli 2012, 22:53 WIB
Komentar : 1
Andrew Biraj/Reuters
Pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar di Teknaf, kota perbatasan Bangladesh.
Pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar di Teknaf, kota perbatasan Bangladesh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sekretaris Jenderal ASEAN Dr. Surin Pitsuwan menyatakan keprihatinan mendalam atas kekerasan yang terjadi terhadap umat Muslim Rohingya di Myanmar.

Siaran pers Sekretariat ASEAN yang diterima di Jakarta, Ahad (15/7), pada pekan ini di Phnom Penh, Surin membahas langsung masalah Rohingya dengan Menteri Luar Negeri Myanmar U Wunna Maung Lwin dan Menlu Bangladesh Dipu Moni.

Kedua menteri telah berjanji untuk bekerja sama dan terus menginformasikan perkembangan kasus Rohingya kepada ASEAN. Para menlu negara-negara anggota ASEAN pada Juli 2009 telah menugaskan Sekretariat ASEAN untuk terus memantau keadaan Rohingya.

Surin menghargai kepedulian warga ASEAN terhadap penderitaan para Muslim Rohingya, yang menjadi pekerja migran di negara-negara anggota ASEAN. Rohingya adalah kelompok etnis yang kebanyakan beragama Islam dan bermukim di kawasan Rakhine Utara di Myanmar Barat.

Warga Muslim Rohingya telah mengalami penderitaan dan tekanan di dalam negeri mereka sejak lama. Pemerintah Myanmar menolak hak kewarganegaraan mereka di tanah kelahirannya. "Kami akan terus memasang mata dan telinga pada nasib para warga malang itu," kata Surin.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ramadhan, Momentum Menjaga Keluarga dari Jilatan Api Neraka
BANDUNG — Aktivis perempuan Netty Heryawan mengatakan tidak ada institusi yang mampu menghadirkan kemajuan dan kesejahteraan sebuah bangsa kecuali dimulai dari institusi kecil...