Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

AS 'Blacklist' Puluhan Perusahaan Iran

Jumat, 13 Juli 2012, 11:01 WIB
Komentar : 7
.
Ladang minyak Iran
Ladang minyak Iran

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat memasukkan lebih dari lima puluh perusahaan dalam daftar hitam atas dugaan membantu Iran menjual minyak mentahnya. Puluhan badan usaha itu terdiri atas perusahaan-perusahaan trading, perkapalan, dan sejumlah bank.

Seperti diumumkan Departemen Keuangan AS, di antara perusahaan-perusahaan tersebut adalah Noor Energy, Petro Suisse, Petro Energy, dan Hong Kong Intertrade. Empat perusahaan itu dianggap sebagai anak perusahaan dari National Iranian Oil Company (NIOC) yang telah lebih dulu masuk daftar hitam. Untuk kali pertama, AS juga memasukkan BUMN Iran, National Iranian Tanker Companyi (NITC) dan seluruh anak perusahaannya dalam daftar hitam.

Selain mem-blacklist puluhan perusahaan, AS juga membekukan aset-aset Iran yang berada dalam wilayah hukum AS. Negara adikuasa itu juga melarang seluruh warganya untuk menjalin bisnis dengan Iran dalam sebuah sanksi ekonomi baru yang dijatuhkan mulai Kamis (12/7).

"Langkah ini untuk meyakinkan Iran untuk mempertimbangkan kekhawatiran dunia internasional terhadap program nuklirnya secara serius," kata David Cohen dari badan penanggulangan terorisme dan intelijen keuangan seperti dilansir kantor berita AFP.

Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Dewi Mardiani
Hai Bani Israil, ingatlah akan nimat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (QS. Al-Baqarah [2]:122)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...