Minggu, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Presiden Obama Undang Mursi Kunjungi AS

Senin, 09 Juli 2012, 05:58 WIB
Komentar : 7
AP
Gedung Putih
Gedung Putih

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Barack Obama mengundang presiden terpilih Mesir, Mohamed Mursi, untuk mengunjungi Amerika Serikat September mendatang, kata pejabat resmi Mesir seperti dikutip Reuters.

Washington membuat kebijakan untuk menjalin kontak formal dengan Ikhwanul Muslimin (IM) tahun lalu. IM merupakan organisasi yang berperan dalam kemenangan Mursi.  Mursi sendiri mundur dari posisinya di Ikhwanul setelah memenangi pemilu.

Kesuksesan Mursi pada pemilihan menjadi gambaran kebangkitan pengaruh Islam di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara setelah demonstrasi anti ototoritarian di kawasan ini.

"Presiden Obama menyampaikan undangan kepada Presiden Mursi untuk mengunjungi AS saat menghadiri Sidang Umum PBB September mendatang," kata Yasser Ali, ajudan Presiden Mursi, setelah Mursi menemui Wakil Menteri Luar Negeri AS William Burns di Kairo.

Burns berjanji AS mendukung perekonomian Mesir yang sedang terguncang dan menyambut baik janji Presiden Mursi untuk menjaga perjanjian internasional yang mencakup perjanjian damai dengan Israel.

"Kami telah memperhatikan dengan saksama dan menghargai pernyataan  Presiden Mursi kepada publik tentang komitmen kepada kewajiban internasional dan kita, tentu saja, sangat mementingkan peran Mesir sebagai kekuatan untuk perdamaian," kata Burns.

Para pengamat mengatakan satu cara AS mempengaruhi arah kebijakan Mesir yang menjadi perhatian Washington setelah penandatanganan perjanjian damai dengan Israel pada 1979, adalah melalui dukungan ekonomi.

Washington menyumbang 1,3 miliar dolar AS per tahun dalam bantuan militer dan bantuan lainnya, yang dapat memengaruhi para donor, pemberi pinjaman, dan investor.

Bantuan-bantuan itu akan sangat berarti karena Mesir berusaha mencegah keseimbangan neraca dan krisis anggaran.

"Amerika Serikat sangat berkomitmen untuk mendukung kebangkitan ekonomi Mesir. Kami mengerti tantangan-tantangan di masa mendatang dan juga presiden," kata Burns.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...