Kamis, 8 Zulhijjah 1435 / 02 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Afghanistan Kini Jadi Sekutu Utama AS

Minggu, 08 Juli 2012, 16:15 WIB
Komentar : 1
AFP
Mitra utama: Hillary Clinton berjabat tangan dengan presiden Afghanistan Hamid Karzai setelah konferensi pers.
Mitra utama: Hillary Clinton berjabat tangan dengan presiden Afghanistan Hamid Karzai setelah konferensi pers.

REPUBLIKA.CO.ID, Amerika Serikat (AS) kini memberi status kepada Afghanistan sebagai 'sekutu utama bukan anggota NATO'. Dengan demikian Afghanistan akan memperoleh hak istimewa dalam hal pertahanan dan keamanan.

Penunjukkan sebagai 'sekutu utama bukan anggota NATO' itu akan memungkinkan Afghanistan mendapatkan hak istimewa untuk membeli dan mendapatkan pinjaman uang atas alat-alat militer negeri Paman Sam tersebut. 

Menlu AS, Hillary Clinton mengumumkan penunjukan Afghanistan dalam kunjungan singkatnya ke Kabul di mana ia juga menemui Presiden Afghanistan Hamid Karzai pada Sabtu (7/7).

"Ini adalah simbol yang cukup kuat komitmen kami pada masa depan Afghanistan," kata Clinton sesaat setelah bertemu dengan Karzai.

"Perlu anda ketahui bahwa Amerika akan selalu menjadi kawan dan mitra. Kami bahkan tidak bisa membayangkan melalaikan Afghanistan," imbuh Clinton

Clinton mengatakan, Afghanistan akan tetap terus mendapatkan dukungan dari internasional meskipun pasukan internasional akan ditarik pada 2014 mendatang.

Negara lain yang menjadi 'sekutu utama bukan anggota NATO' termasuk di antaranya Australia, Selandia Baru, Pakistan, Jordan, Korea, Argentina dan Israel.

Dengan status 'sekutu utama' maka negara bersangkutan akan bisa mendapatkan prioritas dalam pengiriman barang-barang peralatan pertahanan serta hak untuk menumpuk peralatan militer AS.

Mereka juga mendapatkan jaminan pinjaman uang dari pemerintah AS yang juga akan mendapat dukungan pinjaman dari bank-bank swasta untuk memodali ekspor persenjataan.

Obama berjanji pada Konferensi NATO di Chicago pada Mei lalu bahwa Afghanistan tidak akan dilalaikan masyarakat internasional meskipun tentaranya semuanya akan ditarik pada 2014 mendatang.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : AFP/Reuters/radioaustralia
Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, (( QS.An Anfaal 8 : 53 ))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Obama Bertemu Netanyahu, Ada Apa?
NEW YORK -- Dari Sidang Umum PBB di New York, sebelum kembali ke Israel, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mampir ke Washington DC...