Kamis, 2 Zulqaidah 1435 / 28 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Taliban Ancam Serang Logistik NATO

Rabu, 04 Juli 2012, 22:35 WIB
Komentar : 2
Pejuang Taliban, Afghanistan
Pejuang Taliban, Afghanistan

REPUBLIKA.CO.ID, PESHAWAR, PAKISTAN -- Kelompok keras Taliban Pakistan mengancam menyerang truk pembawa pasokan ke pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pimpinan Amerika Serikat di Afghanistan, sesudah Islamabad dan Washington mencapai kesepakatan untuk membuka kembali jalur itu.

"Kami akan menyerang pasokan untuk NATO di seluruh Pakistan. Kami tidak akan mengizinkan siapa pun menggunakan tanah Pakistan untuk mengangkut perbekalan, yang akan digunakan membunuh rakyat Afghanistan," kata juru bicara kelompok itu kepada kantor berita Inggris Reuters melalui telepon dari tempat dirahasiakan.

Pakistan membuka kembali jalur pasokan penting tentara NATO ke Afghanistan, yang ditutup sejak serangan mematikan pada November 2011, kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton pada Selasa. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat menyesal atas kematian sejumlah orang.

"Selama percakapan telepon dengan timpalan Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar, ia memberitahu saya bahwa jalur darat pasokan ke Afghanistan sudah dibuka," kata Hillary.

Islamabad sudah lama mengatakan bahwa Washington harus minta maaf atas serangan udara itu, yang menewaskan 24 tentara Pakistan, sebelum pihaknya membuka kembali jalur tersebut, yang ditutup akibat kemarahan setelah serangan Amerika Serikat itu.

"Menteri Luar Negeri Khar dan saya mengakui kesalahan, yang mengakibatkan korban jiwa tentara Pakistan," kata pernyataan Hillary Clinton. "Mohon maaf atas kerugian tentara Pakistan. Kami bertekad bekerja sama dengan Pakistan dan Afghanistan guna mencegah itu tak terjadi lagi," katanya.

Penutupan jalur itu memaksa sekutu tersebut mengandalkan jalur pasokan utara, yang lebih lama dan lebih mahal, melalui Rusia dan Asia Tengah.


Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara/Reuters
Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar