Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hah... Wilders tak Benci Islam Lagi?

Rabu, 04 Juli 2012, 19:56 WIB
Komentar : 4
Peter Dejong/AP
Geert Wilders
Geert Wilders

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM -- Tokoh anti-Islam Belanda, Geert Wilders, Selasa (3/7) kemarin, menyatakan partainya menurunkan tensi permusuhan terhadap Islam guna lebih fokus menghadapi Uni Eropa. Dalam kebijakan 'Mereka Brussel, Kami Belanda', ada indikasi Wilders menginginkan Belanda keluar dari Uni Eropa.
 
"Keluar dari kekacauan, keluar dari zona Euro, keluar dari Uni Eropa," ucap Wilders seperti dikutip onislam.net, Rabu (4/7). Wilders mengatakan keberadaan bendera Uni Eropa di dalam kompleks parlemen merupakan penghinaan dan harus segera diturunkan. "Kami pragmatis dan patriotik," tegasnya.
 
Sikap keras Wilders merupakan kelanjutan dari penolakan partainya terkait usaha pemerintah mengurangi anggaran belanja demi menghindari defisit anggaran. Penolakan itu segera memicu penggunduran diri PM Belanda, Mark Rutte.
 
Sayang, tindakan Wilders tidak lagi mendapat simpati dari rekan separtai. Sejumlah tokoh utama Partai Kebebasan Belanda (PVV), pimpinan Wilders mundur. Maret lalu, tokoh kunci PVV Hero Brinkman mengundurkan diri.
 
"Wilders memegang kendali. Ia tidak menginginkan orang lain ikut campur. Dia memilih untuk jalan sendiri," papar Marcial Hernandez, anggota partai PVV yang mengundurkan diri. Rekan Hernandez, Wim Kortenoven juga mengundurkan diri karena tindakan Wilders sudah keluar dari jalur. "Ia keterlaluan," ucapnya.
 
Sejak tampil di panggung politik Belanda pada 2004 lalu, Wilders banyak memberikan pengaruh besar terhadap kebijakan Belanda, khususnya terkait imigrasi, larangan burka dan dana talangan Euro. Dia menyerukan pelarangan Alquran, mendeskripsikan kitab suci umat Islam dengan sebutan fasis.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Djibril Muhammad
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Fath Kamis, 5 Juli 2012, 09:20
Kita tidak akan lupa terhadap kekejaman bangsa penjajah ini di masa lalu. Oleh karena itu, anak cucu bangsa penjajah ini harus menanggung kesalahn masa lalu, demikian ajaran Kristus.
  derry Kamis, 5 Juli 2012, 08:05
Islam agama rahmatam lil alamin..kl tgn kami tdk bergerak msh ada tangan Allah
  derry Kamis, 5 Juli 2012, 07:36
Islam agama rahmatam lil alamin..kl tgn kami tdk bergerak msh ada tangan Allah
  neny Rabu, 4 Juli 2012, 22:21
kyany org saraf tu..