Sabtu, 28 Safar 1436 / 20 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kemenangan Moursi Berdampak Positif Bagi Palestina

Rabu, 04 Juli 2012, 08:09 WIB
Komentar : 1
  Presiden Mesir terpilih Muhammad Mursi melambaikan tangan pada puluhan ribu pendukungnya yang berkumpul di Tahrir Square, Kairo.   (Amr Nabil/AP)
Presiden Mesir terpilih Muhammad Mursi melambaikan tangan pada puluhan ribu pendukungnya yang berkumpul di Tahrir Square, Kairo. (Amr Nabil/AP)

JAKARTA--Kemenangan Mohamed Moursi sebagai Presiden Mesir berdampak pada warga Palestina yang hidup di Jalur Gaza, karena boikot terhadap orang Palestina mulai mengendor.

"Boikot terhadap warga Palestina masih terjadi, tapi mulai melonggar sejak kemenangan Moursi sebagai Presiden Mesir," ujar seorang dosen dari Universitas Gaza, Palestina, Dr Mahmud Ambar di Bandung, Rabu.

Mahmud Ambar mengatakan warga Palestina sangat bersyukur terpilihnya Moursi yang merupakan calon presiden dari Ikhwanul Muslimin tersebut. "Memang kemenangan Moursi tidak akan berdampak secara instan (langsung,red) , namun perlahan," jelasnya.

Sebelum terpilihnya Moursi, katanya, warga Palestina yang melintasi perbatasan antara Gaza dan Mesir hanya 300 orang. Namun sehari setelah Moursi terpilih sebagai Presiden, jumlah warga Palestina yang melintasi perbatasan tersebut meningkat drastis menjadi 1.300 orang per hari.

"Masyarakat berharap Moursi mencabut perjanjian Camp David yang menyengsarakan masyarakat Palestina tersebut," tambahnya.

Warga Palestina lainnya, Hanny Awwad, yang juga dosen dari Universitas Gaza mengatakan kondisi di Jalur Gaza sangat memprihatinkan. "Dua pekan yang lalu, Israel melemparkan 20 roketnya ke Jalur Gaza dan menewaskan sedikitnya 20 warga Palestina," kata Hany.

Hany Awwad mengatakan satu-satunya cara untuk mencapai kemerdekaan Palestina adalah dengan cara bersatunya umat Islam di seluruh dunia. Tanpa hal tersebut, lanjutnya, mustahil Palestina akan merdeka.

Kedua warga Palestina tersebut, akan mengikuti Konferensi Pembebasan Palestina dan Yerusalem yang dilangsungkan di Bandung pada 4-5 Juli.

Konferensi tersebut diikuti peserta dari puluhan negara. Hasil dari konferensi tersebut, akan diserahkan ke PBB menjelang sidang umum PBB pada Oktober.




Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. ((HR. Abu Dawud dan Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...