Monday, 2 Safar 1436 / 24 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

'Hantam Iran, AS-Barat Jadi Pecundang Utama'

Tuesday, 03 July 2012, 05:52 WIB
Komentar : 7
Iran - ilustrasi
Iran - ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Seorang anggota senior parlemen Republik Islam Iran mengatakan, krisis ekonomi yang melanda negara-negara Eropa akan semakin dirugikan oleh sanksi rekayasa Amerika Serikat dan Uni Eropa terhadap Republik Islam.

Arsalan Fathipour, Ketua Komite Ekonomi Parlemen Iran kepada IRNA mengatakan, "Iran sejauh ini telah membuktikan bahwa negara ini memiliki kekuatan untuk mengelak dari embargo, oleh karena itu negara-negara Eropa dan Amerika Serikat dengan krisis ekonomi yang menghantam mereka, akan menjadi pecundang utama dari sanksi itu."

Ia menambahkan, embargo selalu gagal mempengaruhi tekad bangsa Iran untuk mencapai kemajuan, dan kegagalan tersebut akan terus dialami musuh di masa depan.

Lebih lanjut, Fathipour mengatakan, musuh bangsa Iran harus tahu bahwa Republik Islam tidak akan pernah menyerah atas sanksi dan tekanan. "Sanksi tidak akan bertahan untuk waktu yang lama, karena proyek ini milik kekuatan arogan, seperti plot sebelumnya, mereka akan gagal," tegasnya.

Para menteri luar negeri Uni Eropa di bawah tekanan AS pada tanggal 23 Januari menyetujui sanksi baru terhadap Teheran untuk mencegah negara-negara anggota blok ini membeli minyak mentah Iran atau melakukan bisnis dengan Bank Sentral Iran serta membekukan aset negara tersebut di seluruh negara Uni Eropa. Sanksi mulai berlaku pada Ahad, 1 Juli.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : IRIB/IRNA
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Keren, Ada Aplikasi untuk Mengatur Usaha Kecil Anda
NEW YORK -- Baru-baru ini, jaringan kedai kopi Starbucks mengklaim unggul dalam pembayaran lewat aplikasi ponsel dengan 7 juta transaksi seminggu. Tetapi UKM...