Tuesday, 03 July 2012, 05:52 WIB

'Hantam Iran, AS-Barat Jadi Pecundang Utama'

Red: Endah Hapsari
Iran - ilustrasi
Iran - ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Seorang anggota senior parlemen Republik Islam Iran mengatakan, krisis ekonomi yang melanda negara-negara Eropa akan semakin dirugikan oleh sanksi rekayasa Amerika Serikat dan Uni Eropa terhadap Republik Islam.

Arsalan Fathipour, Ketua Komite Ekonomi Parlemen Iran kepada IRNA mengatakan, "Iran sejauh ini telah membuktikan bahwa negara ini memiliki kekuatan untuk mengelak dari embargo, oleh karena itu negara-negara Eropa dan Amerika Serikat dengan krisis ekonomi yang menghantam mereka, akan menjadi pecundang utama dari sanksi itu."

Ia menambahkan, embargo selalu gagal mempengaruhi tekad bangsa Iran untuk mencapai kemajuan, dan kegagalan tersebut akan terus dialami musuh di masa depan.

Lebih lanjut, Fathipour mengatakan, musuh bangsa Iran harus tahu bahwa Republik Islam tidak akan pernah menyerah atas sanksi dan tekanan. "Sanksi tidak akan bertahan untuk waktu yang lama, karena proyek ini milik kekuatan arogan, seperti plot sebelumnya, mereka akan gagal," tegasnya.

Para menteri luar negeri Uni Eropa di bawah tekanan AS pada tanggal 23 Januari menyetujui sanksi baru terhadap Teheran untuk mencegah negara-negara anggota blok ini membeli minyak mentah Iran atau melakukan bisnis dengan Bank Sentral Iran serta membekukan aset negara tersebut di seluruh negara Uni Eropa. Sanksi mulai berlaku pada Ahad, 1 Juli.

Sumber : IRIB/IRNA