Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Iran: Penetapan Tanggal Sanksi Baru Hanya Perang Urat Saraf

Senin, 02 Juli 2012, 05:55 WIB
Komentar : 1
Reuters
Kilang minyak Iran.
Kilang minyak Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, Menteri Perekonomian dan Keuangan Iran, Shamseddin Hosseini menyatakan bahwa pengumuman tanggal untuk putaran baru sanksi anti-Teheran bertujuan untuk menciptakan perang urat saraf.

Hosseini mengatakan bahwa sanksi terhadap Iran telah bergulir sejak lama dan Barat sedang menggelar perang urat saraf dengan menetapkan tanggal untuk sanksi baru. "Barat menetapkan tanggal dalam menguatkan sanksinya demi menciptakan perang urat saraf di negeri ini," kata Hosseini.

Hosseini menyatakan bahwa penetapan tanggal sanksi baru itu bertujuan mengerahkan tekanan lebih banyak terhadap Iran. 

Pada tanggal 23 Januari, para menteri luar negeri Uni Eropa menyetujui sanksi baru terhadap Teheran dan yang berlaku mulai tanggal 1 Juli.

Sanksi tersebut melarang semua negara anggota Uni Eropa mengimpor minyak mentah dari Iran atau memberikan jaminan asuransi pada sektor perkapalan minyak mentah Iran.

Akhir Maret lalu, pemerintah AS menyetujui sanksi terhadap sektor minyak mentah Iran dan akan menghukum negara lain yang membeli atau menjualkan minyak mentah Iran. Sanksi AS itu berlaku sejak 28 Juni. Sanksi digulirkan dengan alasan Iran sedang berusaha menggapai aspek militer dalam teknologi nuklirnya.

 

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : IRIB/IRNA
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar