Sabtu, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Perkelahian Antar Geng, Keamanan Olimpiade London Terancam

Sabtu, 30 Juni 2012, 11:38 WIB
Komentar : 0
Logo Olimpiade London 2012
Logo Olimpiade London 2012

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perkelahian antar geng yang kerap terjadi di kota London mengkhawatirkan keamanan pelaksanaan Olimpiade London 2012.

Jumat (29/6) sore, perkelahian antar geng terjadi di satu pusat perbelanjaan di London Timur, dekat dengan lokasi Olimpiade. Akibat perkelahian itu seorang pria berusia sekitar 20 tahun tertusuk hingga tewas.

Polisi baru tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 16.30 waktu setempat (22.30 WIB), setelah sebelumnya dua kelompok itu terlibat perkelahian di lantai dasar mall Westfield.

Menurut keterangan polisi, selain satu orang tewas, bentrokan itu juga membuat dua orang mengalami luka ringan. Pusat perbelanjaan itu berada di antara stasiun kereta bawah tanah dan Stadion Olimpiade.

Hal ini kemudian menimbulkan rasa kekhawatiran pada pelaksanaan Olimpiade London 2012. Bahkan salah seorang saksi mata berkicau di twitter kejadian itu sangat menyeramkan.

"Kejadiannya berlangsung di depan saya. Ini gila, keamanan harus diperketat saat Olimpiade," tulis akun @TugzD.



Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara/Xinhua-Oana
Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar.((HR Al Hakim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...