Jumat, 27 Safar 1436 / 19 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Diembargo, Hasil Minyak Iran Malah Melonjak

Sabtu, 30 Juni 2012, 06:31 WIB
Komentar : 2
uskowioniran.com
Minyak Iran/ilustrasi
Minyak Iran/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Ali Vaez, pengamat dari International Crisis Group menyatakan bahwa meski sanksi Barat, tingkat pendapatan Iran dari sektor minyak bahkan lebih tinggi dibandingkan akhir tahun 1990.

Fars News melaporkan,Vaez dalam wawancaranya dengan The Guardian, mengimbau Barat untuk menurunkan harapan terkait efektivitas sanksi-sanksi mereka. Dikatakannya, meski sanksi-sanksi itu akan menurunkan tingkat penjualan minyak Iran hingga separuh dari volume sebelumnya, namun langkah tersebut tidak akan efektif.

Vaez berpendapat bahwa sanksi dan embargo Barat hanya akan "mempengaruhi" perekonomian Iran, namun tidak akan mampu "melumpuhkannya."

"Bahkan jika seandainya tingkat ekspor minyak Iran akan berkurang hingga separuh, namun pendapatan minyak Iran pada tahun 2012 lebih banyak dari total pendapatan minyak pada era kepresidenan Khatami [akhir tahun 1990]," tegasnya.

Menurutnya, Barat harus menurunkan ekspektasi mereka terhadap efektivitas sanksi dan lebih bersikap realistis dalam hal ini untuk mengubah perhitungan langkah mengenai program nuklir Iran.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : IRIB/IRNA
Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. ((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...