Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register
  •  Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)

    Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)

  •  Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)

    Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk menggalang solidaritas serta mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)

  •  Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)

    Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk menggalang solidaritas serta mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)

  •  Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)

    Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk menggalang solidaritas serta mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)

  •  Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)

    Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk menggalang solidaritas serta mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)

  •  Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)

    Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk menggalang solidaritas serta mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)

 Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)  Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)  Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)  Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)  Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)  Aksi teatrikal dari aktivis lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mengutuk penindasan yang dialami oleh umat Islam di Suriah dan Myanmar. (Aditya Pradana Putra/Republika)

In Picture: Solidaritas dan Kepedulian Bagi Umat Islam di Suriah dan Myanmar

Jumat, 29 Juni 2012, 11:55 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Sejumlah aktivis dari lembaga sosial Aksi Cepat Tanggap (ACT) melakukan aksi teatrikal di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Jum'at (29/6), Mereka menyerukan solidaritas dan dukungan nyata masyarakat Indonesia serta mengutuk penindasan dan pembantaian terhadap umat Muslim yang terjadi di Myanmar (Rohingya) dan Suriah. Mereka juga menghimpun bantuan berupa pengumpulan dana untuk disalurkan secara langsung kepada korban kekerasan di kedua wilayah konflik tersebut.

Aksi kekerasan yang menimpa umat Islam di Suriah telah menelan korban jiwa hingga ribuan orang termasuk anak-anak dan wanita yang tak berdosa. Sementara kaum minoritas etnis Rohingya di Myanmar menjadi korban kekerasan sektarian yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa serta mereka harus lari menyelamatkan diri ke perbatasan Bangladesh.

Redaktur : Mohamad Amin Madani
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar