Rabu, 12 Rajab 1434 / 22 Mei 2013
find us on : 
  Login |  Register

Annan Pastikan Iran Terlibat Atasi Krisis Suriah

Jumat, 29 Juni 2012, 02:11 WIB
Komentar : 1
AFP
Kofi Annan
Kofi Annan

REPUBLIKA.CO.ID, PBB  -- Utusan perdamaian internasional PBB  Kofi Annan memastikan Iran akan terus dilibatkan dalam upaya penghentian konflik di Suriah, Rabu (27/6). Namun, juru bicara PBB Martin Nesirky mengatakan Iran tidak diundang dalam pertemuan internasional yang membahas krisis Suriah.

Kepada wartawan, Nesirky mengatakan Annan akan memberikan penjelasan singkat kepada Iran usai pertemuan para menteri di Jenewa Sabtu mendatang. Dalam pernyataannya, Annan mengatakan ia telah mengundang menteri luar negeri Inggris, Prancis, Cina, Rusia, dan AS. Dia juga mengundang Turki, Uni Eropa, Irak, Kuwait dan Qatar. Annan tidak menyebut Iran dan Arab Saudi.

"Tujuan Kelompok Aksi untuk Suriah adalah mencari langkah dan tindakan yang tepat untuk melaksanakan enam rencana perdamaian secara menyeluruh, termasuk dilaksanakannya penghentian kekerasan dalam segala bentuk sesegera mungkin," ujar Annan dalam pernyataannya.

Sejauh ini, rencana perdamaian yang diajukan Annan di Suriah gagal menghentikan pertumpahan darah. Wakilnya Jean-Marie Guehenno mengatakan Annan sedang bekerja dengan semua pemerintahan asing dan semua pihak yang terlibat perang untuk mewujudkan perdamaian dan penyelesaian yang komprehensif.

"Namun, rencana ini tidak bisa dipastikan. Waktu terus berjalan. Suriah terjebak kekerasan menghancurkan yang semakin dalam," kata Guehenno dalam sidang Dewan HAM PBB di Jenewa.

Usaha Annan dalam beberapa pekan terakhir memfokuskan pada membentuk kelompok aksi. Hal tersebut akan dibahas dalam pertemuan, sehingga didapat resolusi atas konflik yang telah berlangsung 16 bulan.

Belum jelas wujud partisipasi Iran. Iran adalah negara tetangga sekaligus sekutu dekat Presiden Suriah Bashar al-Assad. AS, Inggris dan Prancis telah menyatakan penolakan atas pertisipasi Iran karena pembicaraan program nuklir yang terhenti.

Duta Besar Iran untuk PBB Mohammad Khazaee mengatakan Iran siap membantu upaya Annan membawa perdamaian di Suriah. Namun, Khazaee menambahkan jika negara lain tidak menginginkan kehadiran Iran dalam pertemuan para menteri, itu adalah masalah mereka sendiri.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Reuters/Alarabiya
1.998 reads
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  ariel a smith Jumat, 29 Juni 2012, 07:19
sangat nyata kepentingan barat utamanya ASu dan sekutunya zionist barbarian dlm konflik pemberontakan dan terorisme di Suriah, krn mrk sbg sumbernya.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Malawi Bangun Universitas Islam Pertama
LILONGWE---Muslim Malawi tak lama lagi akan membuka Universitas Islam pertama di negara itu. Pembangunan kampus ini diharapkan dapat mempromosikan pendidikan modern dikalangan Muslim. Pembangunan...