Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Setelah 84 Tahun, Organisasi Terlarang Itu Akhirnya Memimpin Mesir

Senin, 25 Juni 2012, 05:33 WIB
Komentar : 25
AP
Anggota Ikhwanul Muslimin saat menggelar demonstrasi di Tahri Square, Kairo, Mesir, (20/4).
Anggota Ikhwanul Muslimin saat menggelar demonstrasi di Tahri Square, Kairo, Mesir, (20/4).

REPUBLIKA.CO.ID, Ikhwanul Muslimin akhirnya meraih kekuasaan tertinggi di Mesir setelah berjuang selama 84 tahun di negeri Seribu Menara itu.

Padahal, organisasi yang didirikan dai kesohor Mesir, Hassan Al Banna, pada 1928 itu dinyatakan sebagai organisasi terlarang di tiga era presiden, yaitu sejak Presiden Gamal Abdel Nasser yang berkuasa pada 1956-1970, berlanjut ke Presiden Anwar Saddat (1970-1981), hingga Presiden Hosni Mubarak (1981-2011).

Ikhwanul Muslimin belakangan mendapat momentum ketika dunia Arab dilanda "demam" Revolusi Musim Semi atau Arab Spring dengan tumbangnya rezim pimpinan Presiden Hosni Mubarak pada 11 Februari 2011 menyusul tumbangnya Presiden Tunisia, Zaine Abidin Ben Ali, sebulan sebelumnya.

Di era sebagai organisasi terlarang itu, banyak pemimpin Ikhwanul Muslimin dilaporkan disiksa dan dipenjara tanpa lewat pengadilan.

Bahkan, salah satu tokoh karismatik, Sayed Qutub, dihukum gantung di era Presiden Abdel Nasser pada 1966 atas dakwaan usaha penggulingan pemerintah.

Alhasil, kini Ikhwanul Muslimin telah meraih posisi terhormat dalam kekuasaan, dan diharapkan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Harapan itu kini berada di pundak akademisi lulusan Amerika Serikat itu. Moursi dilahirkan di desa Adwah, Provinsi Syarqiyah, bagian timur Mesir, pada 20 Agustus 1951 dari keluarga petani sederhana.

Seperti pemimpian Ikhwanul Muslimin lainnya, doktor bidang teknik material jebolan University of Southern California pada 1982 itu telah makan asam garam dalam perjuangan dengan keluar masuk penjara akibat keteguhan sikapnya.

Selain di dunia akademisi, Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan, sayap politik Ikhwanul Muslimin, itu juga telah berpengalaman dalam politik sebagai anggota DPR di era Mubarak dalam Pemilu pada 2000 selaku juru bicara kubu Ikhwanul Muslimin di dewan legislatif.

Moursi memiliki seorang istri dan dikaruniai lima anak dan tiga cucu. Kini dunia menanti kiprah organisasi Islam itu untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengelola pemerintahan yang produktif, bersih dan berwibawa.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Rudi Selasa, 26 Juni 2012, 00:03
Ya Allah, Jangan pisahkan hamba dari barisan ini.. Izinkan hamba bernostalgia dengan mujahid2 lain diberanda syurga-Mu ya Allah...

Izinkan hamba berkumpul dengan para syuhada yang ikhlash ya Allah..

Ya Muqollibal Quluub Tsabit Quluubuna 'ala Diinik wa 'Ala Tho'atik..
  Fitra Senin, 25 Juni 2012, 23:56
Allahu Akbar... Fajar telah merekah.. Saatnya akan tiba...!!
  ali hanafih Senin, 25 Juni 2012, 23:36
kapan indonesia mengikuti mesir, negara yang mengakui kemerdekaan RI pertama kali
  abdul rahman Senin, 25 Juni 2012, 21:29
jgn terlalu yakin,,, mungkin sebagai boneka seperti pendahulunya...
  Al Qosam Gen Senin, 25 Juni 2012, 17:32
Sekaranglah wktmu hay Israel...yg sdh membunuh anak2 Palestina.Khoibar2 ya..yahud jaisy Muahammad sa ya'ud...