Minggu, 5 Zulqaidah 1435 / 31 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Filipina Tuduh Cina Tabrak Kapal Nelayan Lokal

Senin, 25 Juni 2012, 00:34 WIB
Komentar : 2
chinasmack.com
Kapal Cina berpatroli di Laut Cina Selatan
Kapal Cina berpatroli di Laut Cina Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Filipina menuduh kapal Cina sengaja menabrak perahu nelayan lokal di utara Laut Cina Selatan yang disengketakan, Ahad (24/6). Satu orang nelayan tewas dan empat lainnya hilang. Kapal nelayan tersebut berangkat dari kota pantai utara Bolinao di Provinsi Pangasinan, Senin pekan lalu.

Kepala Kantor Pertahanan Sipil, Benito Ramos, mengatakan kepada AFP bahwa kapal dilaporkan tenggelam dua hari kemudian. "Dari delapan nelayan yang berada di kapal, empat di antaranya jatuh ke laut. Satu orang meninggal di rumah sakit," ujar Ramos.

Para nelayan yang diselamatkan mengatakan kepada pihak berwenang mereka yakin telah bertabrakan dengan kapal milik Cina. Namun, menurut Ramos hal ini tidak dapat diverifikasi secara independen.

Staf kedutaan Cina tidak bisa dimintai keterangan pada Ahad. Ramos mengatakan insiden itu terjadi di utara Beting Scarborough yang diperebutkan Filipina dan Cina sejak April. Namun, Ramos belum dapat memastikan lokasi insiden dengan tepat.

Presiden Benigno Aquino awal bulan ini memerintahkan dua kapal Filipina menarik diri dari beting selama cuaca buruk. Langkah itu dinilai Cina telah menurunkan ketegangan di wilayah tersebut.

Cina juga mengatakan akan meminta nelayan meninggalkan daerah itu. Namun, Cina menekankan tidak berniat menarik keluar kapal yang lebih besar dari sana. Menurut Kementerian Luar Negeri Filipina, pekan lalu masih ada tujuh kapal Cina di kawasan.

Sengketa dimulai pada April setelah kapal pemerintah Cina mencegah kapal Filipina menangkap nelayan Cina dekat kawasan itu. Sejak itu, kedua negara telah mempertahankan kapal di sana untuk menekan klaim masing-masing atas daerah itu.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Dewi Mardiani
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar