Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mayoritas Parlemen Belanda Larang Penjualan Tank ke RI

Sabtu, 23 Juni 2012, 20:02 WIB
Komentar : 3
defence-and-freedom.blogspot.com
Tank Leopard
Tank Leopard

REPUBLIKA.CO.ID, HILVERSUM - Debat parlemen Belanda pada Kamis (21/6) kemarin menunjukkan mayoritas anggota parlemen tetap menentang rencana penjualan 80 tank Leopard Belanda ke Indonesia.

Partai Sosial Demokrat (PvdA), partai Sosialis (SP), partai untuk Kebebasan (PVV), partai Kiri Hijau (GroenLinks) dan Uni Kristen (ChristenUnie) menegaskan kembali ketidaksetujuan mereka terhadap rencana penjualan atas alasan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

Kementerian pertahanan perlu segera menjual sejumlah tank tersebut karena pemotongan anggaran kementerian sebanyak satu miliar euro. Kementerian ingin menggunakan keuntungan penjualan yang diperkirakan sekitar 200 juta euro, untuk membeli pesawat.

Reporter : RNW
Redaktur : Djibril Muhammad
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu(QS.Al-Baqarah:45)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  layangkumintir Selasa, 26 Juni 2012, 00:10
menolak karena parlemen Belanda tidak mau di markup oleh oknum yg mau membeli leopard dari indo
  mang Onyon Sabtu, 23 Juni 2012, 20:24
mereka lupa kalau kemarin banyak melakukan pembantaian di Makasar, di Karawang, dan masih banyak lagi di Indonesia. Bukannya Rusia, Iran, dll. juga punya tank bagus? Makanya bikin sendiri seperti negara Iran itu loo..biarpun diembargo tapi mampu mandiri dalam pembuatan peralatan militer.