Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register
  •  Muslimah Rohingya menangis di kamp penjaga perbatasan Bangladesh, suaminya tewas dibunuh dalam kekerasan sektarian di Taknaf,Bangladesh,Jumat (22/6).  (Saurabh Das/AP)

    Muslimah Rohingya menangis di kamp penjaga perbatasan Bangladesh, suaminya tewas dibunuh dalam kekerasan sektarian di Taknaf,Bangladesh,Jumat (22/6). (Saurabh Das/AP)

  •  Muslimah Rohingya menangis di kamp penjaga perbatasan Bangladesh, suaminya tewas dibunuh dalam kekerasan sektarian di Taknaf,Bangladesh,Jumat (22/6).  (Saurabh Das/AP)

    Masyarakat muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar berkumpul di kamp penjaga perbatasan Bangladesh di Taknaf,Bangladesh,Jumat (22/6). (Saurabh Das/AP)

  •  Muslimah Rohingya menangis di kamp penjaga perbatasan Bangladesh, suaminya tewas dibunuh dalam kekerasan sektarian di Taknaf,Bangladesh,Jumat (22/6).  (Saurabh Das/AP)

    Pria muslim Rohingya menangis ketika dipaksa untuk naik kapal untuk dikembalikan ke Myanmar dekat pos penjaga perbatasan di Taknaf,Bangladesh,Jumat (22/6). (Saurabh Das/AP)

  •  Muslimah Rohingya menangis di kamp penjaga perbatasan Bangladesh, suaminya tewas dibunuh dalam kekerasan sektarian di Taknaf,Bangladesh,Jumat (22/6).  (Saurabh Das/AP)

    Pria muslim Rohingya asal Myanmar, Mohammad Rafique (tengah) menangis ketika bersama keluarganya akan dipulangkan ke Myanmar dekat pos penjaga perbatasan di Taknaf,Bangladesh,Jumat (22/6). (Saurabh Das/AP)

  •  Muslimah Rohingya menangis di kamp penjaga perbatasan Bangladesh, suaminya tewas dibunuh dalam kekerasan sektarian di Taknaf,Bangladesh,Jumat (22/6).  (Saurabh Das/AP)

    Seorang perawat mengecek kesehatan bayi yang baru lahir di Taknaf,Bangladesh,Jumat (22/6). (Saurabh Das/AP)

 Muslimah Rohingya menangis di kamp penjaga perbatasan Bangladesh, suaminya tewas dibunuh dalam kekerasan sektarian di Taknaf,Bangladesh,Jumat (22/6).  (Saurabh Das/AP)  Muslimah Rohingya menangis di kamp penjaga perbatasan Bangladesh, suaminya tewas dibunuh dalam kekerasan sektarian di Taknaf,Bangladesh,Jumat (22/6).  (Saurabh Das/AP)  Muslimah Rohingya menangis di kamp penjaga perbatasan Bangladesh, suaminya tewas dibunuh dalam kekerasan sektarian di Taknaf,Bangladesh,Jumat (22/6).  (Saurabh Das/AP)  Muslimah Rohingya menangis di kamp penjaga perbatasan Bangladesh, suaminya tewas dibunuh dalam kekerasan sektarian di Taknaf,Bangladesh,Jumat (22/6).  (Saurabh Das/AP)  Muslimah Rohingya menangis di kamp penjaga perbatasan Bangladesh, suaminya tewas dibunuh dalam kekerasan sektarian di Taknaf,Bangladesh,Jumat (22/6).  (Saurabh Das/AP)

In Picture: Derita Pengungsi Muslim Rohingya

Jumat, 22 Juni 2012, 18:41 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Nasib pengungsi muslim etnis Rohingya asal Myanmar kian memprihatinkan. Mereka menyeberangi perbatasan menyelamatkan diri ke Bangladesh, setelah menjadi korban kekerasan sektarian yang menelan korban jiwa.

Kini mereka dipaksa harus kembali ke negeri mereka. Pihak berwenang Bangladesh memulangkan secara paksa sekitar 2000 orang etnis Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar akibat kekerasan sektarian yang terjadi di Myanmar bulan lalu.


Redaktur : Mohamad Amin Madani
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  I Chan Jumat, 13 Juli 2012, 19:25
Tolong semua Media harus jujur memberitakan kejadian sebenarnya terhadap pembantaian kaum muslimin oleh kaum etnis Buddha Rakhine di Myanmar
  Ani Rabu, 27 Juni 2012, 20:42
Indonesia jg gt kok. Byk pengungsi muslim dr Bangladesh n Pakistan kabur ke Australia sampai2 kapal terbalik. Coba mereka kita terima dengan ikhlas.
  dediwahyudi Rabu, 27 Juni 2012, 12:50
nauzubilah himinzalik...sama sama muslim pun gt,kebangatan pemerintahan bangladesh....