Friday, 30 Zulhijjah 1435 / 24 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hubungan Pakistan-AS di Posisi 'Rumit'

Friday, 15 June 2012, 10:02 WIB
Komentar : 2
coldwarstudies.com
Hubungan AS-Pakistan (ilustrasi)
Hubungan AS-Pakistan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD - Pakistan dan Amerika Serikat berusaha untuk menangani masalah sulit dan rumit dan itulah sebabnya resolusi mereka perlu waktu, kata Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Menanggapi pertanyaan pada jumpa pers mingguan di Islamabad, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Moazzam Ahmad Khan mengatakan ada keinginan dari kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah ini.

"Pakistan dan Amerika Serikat tahu bahwa hubungan mereka adalah penting dan kritis untuk stabilitas dan kemakmuran kawasan," katanya.

Juru bicara itu mengatakan beberapa isu yang sedang dibahas dalam rangka mendapatkan rekomendasi-rekomendasi legislatif.

Dia mengatakan masalah ini telah menjadi rumit terutama setelah insiden Salala, namun kedua pihak berusaha untuk membawa hubungan mereka kembali ke jalur semula.

Ketika ditanya tentang tuduhan rute pasokan NATO, Moazzam mengatakan ia tidak akan masuk ke masalah spesifik tetapi ada persoalan besar lain selain rute pasokan yang sedang dibahas.

Juru bicara itu mengatakan Pakistan telah berulang kali menyatakan bahwa mereka sedang memerangi terorisme dan ekstremisme untuk kepentingan nasionalnya sendiri.

Dia mengatakan Pakistan juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengizinkan tempat apapun atau menjadi tempat persembunyian gerilyawan, juga tidak akan mengizinkan wilayahnya digunakan oleh negara lain.

Demikian pula, Pakistan mengharapkan bahwa negara-negara lain tidak akan membiarkan tanah mereka untuk digunakan memusuhi Pakistan.

Untuk pertanyaan tentang keterlambatan dugaan dalam mengeluarkan visa bagi para pejabat AS oleh Kedutaan Besar Pakistan di Washington, juru bicara itu menjelaskan, semua permintaan visa melalui proses, yang membutuhkan waktu. Dia mengatakan itu adalah praktek yang normal.

Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : Antara
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
1 Muharram, Momentum Hijrah Secara Mental
JAKARTA -- Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1436 H tidak lepas dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Peristiwa besar...