Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Reformasi Politik Myanmar, Berkah Bagi Coca-Cola

Jumat, 15 Juni 2012, 08:51 WIB
Komentar : 1
Coca Cola

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Coca-Cola mengumumkan akan kembali masuk ke Myanmar setelah sempat terhenti lebih dari enam dasawarsa atau 60 tahun.

Minuman bersoda asal Amerika Serikat (AS) itu sempat diboikot Kuba, Myanmar dan Korea Utara karena dianggap sebagai ikon negeri Paman Sam.

Reformasi politik yang terjadi di Myanmar menjadi berkah bagi Coca-Cola Co.

Perusahaan yang berbasis di Atlanta ini, mengatakan, pada tahap awal akan mengirimkan Coke dari negara tetangga ke Myanmar, tetapi Coca-Cola memutuskan akan mencari mitra lokal.

Coca-Cola.co akan menciptakan "investasi yang signifikan" di Myanmar selama tiga sampai lima tahun ke depan.

"Coca-Cola Co. selalu berdiri untuk optimisme pada saat perubahan dan kemajuan di seluruh dunia," kata pimpinan dan CEO Muhtar Kent dalam sebuah pernyataan, Kamis (14/6).

Coca-Cola mengatakan, pihaknya akan mematuhi standar etika, termasuk menghormati hak asasi manusia dan tidak membayar suap.

The Coca-Cola Foundation, sebuah badan amal yang berafiliasi dengan perusahaan, mengatakan bahwa mereka akan memberikan tiga juta dolar AS untuk mendukung inisiatif kerja yang memberdayakan perempuan di Myanmar.

Coca-Cola mengatakan bahwa pihaknya tidak melakukan bisnis di Myanmar selama lebih dari 60 tahun, setelah Junta Militer mengambil alih kendali negara itu pada 1962.


Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : antara
1.848 reads
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  kami Sabtu, 16 Juni 2012, 12:36
Inilah kebebasan sebenar baginya
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...