Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

'AS dan NATO Dalangi Pembantaian Suriah'

Jumat, 15 Juni 2012, 06:58 WIB
Komentar : 23
AP
Seorang ibu warga Suriah menggendong anaknya yang jadi korban penembakan di dekat perbatasan Suriah-Lebanon.
Seorang ibu warga Suriah menggendong anaknya yang jadi korban penembakan di dekat perbatasan Suriah-Lebanon.

REPUBLIKA.CO.ID, AS dan Pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah menggulirkan perang di Suriah dengan mendanai dan melatih para teroris yang melakukan pembantaian massal Houla di negara Arab itu, demikian ungkap seorang analis kepada Press TV.

 "Ini adalah perang agresi. Hal ini tidak harus menggunakan instrumen perang konvensional yang berupa artileri, armada udara dan lain sebagainya, melain pasukan khusus sekutu yang terjun ke lapangan," kata Michel Chossudovsky, profesor di Pusat Penelitian Globalisasi di Montreal, Kanada.

Ditambahkannya bahwa aliansi yang didukung AS tengah mementaskan "peristiwa-peristiwa dengan korban massal" di Suriah, yaitu pembunuhan warga sipil lalu melimpahkan tudingan kepada pihak musuh.

Asal usul historis dari "persitiwa berkorban massal" itu kembali ke "Operasi Northwoods" pada tahun 1962 oleh Pentagon, dengan membunuh massal warga sipil di komunitas Kuba Miami, dengan maksud menjustifikasi perang terhadap Kuba.

Abcnews.com pada 1 Mei 2001 menulis, "Rencana itu dikembangkan sebagai sarana untuk mengelabui publik Amerika dan masyarakat internasional agar mendukung perang untuk menggulingkan pemimpin komunis Kuba, Fidel Castro."

Pada 25 Mei lalu, 108 orang tewas dalam pembantaian di kota Houla, di Provinsi Homs, Suriah. Kurang dari dua pekan, aksi pembantaian serupa juga terjadi di wilayah al-Qubeir di Provinsi Hama.

Chossudovsky menambahkan bahwa bukan kebetulan jika AS mengancam Cina di Laut Cina Selatan dan juga mengancam Rusia di perbatasan Eropa. "Ancaman-ancaman tersebut bernota-bene bahwa agar Rusia dan Cina harus patuh, ini adalah proses pemerasan," katanya.

"Tapi saya harus menekankan bahwa jika aksi militer yang lebih luas dilakukan terhadap Suriah maka hal itu dapat meluas dan menjadi perang regional, yang akan merambah hingga Mediterania Timur dan Asia Tengah," pungkas Chossudovsky. 

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : IRIB/IRNA
Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  abduh Jumat, 27 Juli 2012, 09:28
jangan mudah terpedaya dengan berita bohong orang syiah, yang benar yahudi, syi'ah, amerika bahu-membahu dalam menumpas kaum muslimin di suriah, silahkan lihat video-video dokumentar di youtube yang berbahasa arab
  dwi joko sutopo Sabtu, 16 Juni 2012, 11:01
jika amerika hancur mudah2 tidak ada kekerasan maupun pembunuhan lagi.
  dwi joko sutopo Sabtu, 16 Juni 2012, 10:54
hancurkan amerika
  dwi joko sutopo Sabtu, 16 Juni 2012, 10:51
kenapa amerika takterkalahkan? karena musuh2 amerika tidak menggunakan cara2 amerika yang menjijikkan, yaitu politik fitnah. berkat russia, china, irak dan indonesia akan menyusul, negara2 anti amerika akan tersenyum melihat hancurnya amerika.
  tito Jumat, 15 Juni 2012, 21:59
Sudah umum diketahui bahwa setiap kejahatan di muka bumi pastilah AS dibelakangnya. Ya Allah lindungilah kaum muslimin dari perilaku AS dan sekutunya yang biadab.

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...