Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Muslim Rohingya Minta Perhatian Suu Kyi

Jumat, 15 Juni 2012, 00:13 WIB
Komentar : 1
nytimes
Muslim Rohingya

REPUBLIKA.CO.ID, SITTWE -- Muslim Rohingya Myanmar yang tinggal di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh meminta pejuang demokrasi Aung San Suu Kyi berbicara bagi mereka dan membantu mengakhiri penindasan mereka, Rabu (13/6).

Bangladesh yang berbatasan dengan Myanmar adalah rumah bagi sekitar 300 ribu pengungsi Rohingya. Sekitar sepersepuluh dari mereka hidup dalam kondisi memprihatinkan dalam kamp bantuan PBB. Sekitar 25 orang tewas dan 41 orang lainnya terluka dalam kerusuhan lima hari antara umat Buddha dan Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine. Sekitar 1.600 rumah Muslim Rohingya juga dibakar.

"Kami meminta perlindungan kepada PBB, negara-negara lain, pemerintah Myanmar dan terutama untuk Suu Kyi," ujar pemimpin pengungsi Rohingya yang tinggal di kamp Nayapara di kota perbatasan Teknaf, Mohammad Islam, seperti dilaporkan AFP, Kamis (14/6).

Sejauh ini, menurut Islam, Suu Kyi belum melakukan atau mengatakan apapun bagi para muslim. Padahal Muslim Rohingya, termasuk orangtuanya mendukung Suu Kyi dalam pemilihan umum 1990.  Seperti rakyat Myanmar lainnya, dia hanya diam mengenai hak Muslim Rohingya.

Dalam kunjungan pertamanya di luar Myanmar dalam 24 tahun, Suu Kyi bulan lalu bertemu ribuan pengungsi Myanmar yang tinggal di kamp perbatasan Thailand.  Dia berjanji untuk mencoba melakukan apapun yang dia bisa untuk membantu mereka kembali ke rumah dan bersumpah tidak akan melupakan mereka.

Islam mengatakan, sementara Suu Kyi menyoroti nasib pengungsi Myanmar lainnya yang sebagian besar orang Karen, Muslim Rohingya sudah tidak mempunyai harapan lagi. "Kami mendengar hubungan antara pemerintah dan Suu Kyi telah diperbaiki dan kini negara mengalami reformasi. Tapi untuk Rohingya perubahan ini tidak berarti apa-apa," kata Islam.

Rohingya sejak lama diperlakukan sebagai orang asing oleh pemerintah dan kebanyakan rakyat Myanmar. Rohingya berbicara mirip dengan dialek Bengali di tenggara Bangladesh. Para aktivis mengatakan situasi tersebut telah memupuk perpecahan dengan umat Budha rakhine.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Dewi Mardiani
2.178 reads
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Wildan Selasa, 19 Juni 2012, 20:41
Ayo dong Suu Kyi jangan diam saja, perjuangkan juga hak-hak muslim Rohingya.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...