Kamis, 2 Zulqaidah 1435 / 28 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Biadab, Pria Inggris Merobek Cadar karena Batal Nonton Film

Kamis, 14 Juni 2012, 11:21 WIB
Komentar : 0
Perempuan Bercadar
Perempuan Bercadar

REPUBLIKA.CO.ID, SOLIHULL-- Seorang pria merobek cadar seorang wanita Muslim, di salah satu pusat perbelanjaan di Solihull, West Midlands, Inggris. Diduga pria yang sedang dibawah pengaruh ganja tersebut marah karena ia tak dapat menonton film yang ia inginkan.

Brazier Ian (26 tahun) mengaku bersalah atas tuduhan penyerangan berbau rasial di muka umum. Brazier diancam  hukuman maksimum dua tahun penjara oleh pengadilan Magistrates Solihull, atas ulahnya tersebut.

Jaksa John McCann mengungkapkan, Farhana Chughtai (26) tengah berjalan di pusat perbelanjaan Touchwood Shopping Center di Solihull West Midlands. Tiba-tiba Chughtai merasakan bagian belakang rambutnya tertarik dan membuat niqabnya (cadar) terlepas. Kontan wajah Chughtai langsung terlihat oleh orang sekitar.

Menurut Jaksa, Chughtai merasa terkejut dan berbalik. Saat itu ia melihat terdakwa Brazier berada di belakangnya. "Dia merasa dipermalukan dan sangat sedih," ujar Jaksa McCann.

Brazier sempat melarikan diri sesaat setelah kejadian, namun gambar dirinya tertangkap kamera CCTV. Ia pun akhirnya kembali ke kantor polisi dan membuat pengakuan.

Habib Ahmed, pembela, mengatakan, Brazier saat itu tengah menuju ke bioskop di pusat perbelanjaan tersebut. Sebelumnya ia sempat merokok ganja untuk pertama kalinya. Setelah sampai bioskop, ternyata dua film yang ia tonton tak dapat diputar. 

Ini memunculkan kemarahan Brazier, kemarahan tersebut ia arahkan pada orang yang pertama dilihatnya. Di bawah pengaruh ganja, ia langsung menyerang Chughtai yang kebetulan lewat di dekat Brazier. "Dia di bawah pengaruh ganja untuk pertama kali, sehingga tak mengantisipasi dampak ganja pada dirinya," kata Ahmed.

Hakim Tony Tindall mengatakan, Brazier telah melakukan pelanggaran berat terkait penghinaan rasial. Selain itu pengaruh obat-obatan juga semakin memberatkan dakwaan Brazier. Ia diancam hukuman dua tahun penjara, yang rencananya akan dimulai pada 4 Juli mendatang

Reporter : Gita Amanda
Redaktur : Endah Hapsari
Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. ((HR. Al Bazzaar))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar