Rabu, 26 Ramadhan 1435 / 23 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

AS akan Kehilangan 'Permainan' Melawan Iran

Kamis, 14 Juni 2012, 07:44 WIB
Komentar : 1
AP
Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, saat berdiskusi tentang program nuklir negaranya.
Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, saat berdiskusi tentang program nuklir negaranya.

REPUBLIKA.CO.ID, Seorang anggota senior di parlemen Iran seraya menyinggung tentang pendekatan Kelompok 5+1 terkait program nuklir negara itu, mengatakan,Amerika Serikat dan Barat akan kehilangan permainan melawan Teheran.

Alaeddin Boroujerdi, Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran dalam sesi terbuka di parlemen pada Rabu (13/6) mengatakan bahwa Barat, khususnya Amerika Serikat berusaha menghilangkan hak Iran untuk mendayagunakan teknologi nuklir, tetapi mereka akan kehilangan permainan.

Ia menambahkan, sikap tidak kooperatif Barat berasal dari pendekatan mereka yang bermotivasi politik terkait isu ini.

 "Kekuatan Barat hanya berusaha untuk memblokir akses Iran untuk memanfaatkan teknologi nuklir," tegasnya.

Boroujerdi menekankan bahwa mendayagunakan teknologi nuklir untuk kepentingan sipil adalah hak mutlak bangsa Iran.

Anggota senior parlemen Iran tersebut menyatakan dukungannya kepada tim negosiasi nuklir Iran dalam putaran pembicaraanberikutnyadengan Kelompok 5 +1di Moskow, ibukota Rusia.

Dalam pembicaraan terbaru di Baghdad, ibukota Irak, pada bulan Mei lalu, Iran dan Kelompok 5 +1(Rusia, Cina, Inggris, Perancis, Amerika Serikat ditambah Jerman) sepakat untuk mengadakan putaran pembicaraanselanjutnyadi Moskow pada tanggal 18-19Juni.

Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : irib indonesia
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. ((QS.Al-Baqarah [2]:119))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...