Senin, 2 Safar 1436 / 24 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Penduduk Falkland akan Referendum Tahun Depan

Rabu, 13 Juni 2012, 22:07 WIB
Komentar : 0
AP
Perdana Menteri Inggris, David Cameron.
Perdana Menteri Inggris, David Cameron.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Kepulauan Falklands atau Las Malvinas mengatakan akan menggelar referendum tahun depan mengenai status politik kepulauan, Selasa (12/6). Referendum tersebut bertujuan menghilangkan keraguan tentang keinginan penduduk kepulauan apakah ingin tetap berada dalam kedaulatan Inggris atau Argentina.

"Saya tidak ragu rakyat Falkland menginginkan tetap berada dalam pemerintahan Wilayah Luar Negeri Inggris. Dengan dukungan penuh Pemerintah Inggris kami memutuskan mengadakan referendum," ujar ketua Majelis Legislatif Falklands Gavin Short.

Pemungutan suara diperkirakan akan dilakukan pada semester pertama 2013. Pengumuman tersebut tidak lama usai peringatan 30 tahun perang memperebutkan kepulauan.

Pasukan Inggris merebut kembali Falklands pada Juni 1982 menyusul invasi Argentina. Saat itu Perdana Menteri Margaret Thatcher mengirimkan pasukan Angkatan Laut. Sebelumnya, kepulauan tersebut telah dimiliki Inggris sejak 1833.

Perang berlangsung selama 74 hari. Sebanyak 649 tentara Argentina dan 255 tentara Inggris tewas. Presiden Argentina Cristina Fernandez telah malancarkan serangan diplomatik untuk menegaskan klaim Argentina atas Falkland. Dia menuduh Inggris mempertahankan wilayah koloni dan meminta London membuka pembicaraan kedaulatan.

Pemerintah Inggris secara konsisten menolak membahas kedaulatan karena 3.000 penduduk pulau ingin berada di bawah kedaulatan Inggris. Perdana Menteri David Cameron mengatakan dalam sebuah pernyataan, Selasa, referendum adalah langkah yang benar agar suara penduduk pulau didengar. Menurutnya, keputusan harus diserahkan pada penduduk pulau.

"Tiga puluh tahun lalu, mereka mengatakan dengan jelas ingin bersama Inggris karena itu tentara Inggris dengan berani membebaskan pulau tersebut dari penjajah Argentina," katanya.

Ia mengatakan pemerintah Argentina ingin mengaburkan lagi keinginan penduduk dengan membatasi kesempatan berbicara. Dia menambahkan Inggris akan menghormati dan mempertahankan pilihan penduduk pulau.

Belum ada reaksi dari Argentina menanggapi langkah referendum tersebut. Fernandez akan berbicara dalam rapat dengar pendapat tahunan komite PBB di markas PBB di New York Kamis mendatang untuk mendorong klaim Argentina atas Falklands.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Reuters/AFP
Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Keren, Ada Aplikasi untuk Mengatur Usaha Kecil Anda
NEW YORK -- Baru-baru ini, jaringan kedai kopi Starbucks mengklaim unggul dalam pembayaran lewat aplikasi ponsel dengan 7 juta transaksi seminggu. Tetapi UKM...