Selasa, 12 Juni 2012, 13:39 WIB

In Picture: Muslim Rohingya Tertindas, Kemana Umat Islam?

Red: Mohamad Amin Madani
Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar. (Damir Sagolj/Reuters)

REPUBLIKA.CO.ID, Sekitar 800 ribu jiwa warga etnis Rohingya yang tinggal di provinsi Rakhine sebelah Utara Myanmar, berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Pegiat hak asasi manusia menuding keadaan tersebut telah memicu kekerasan antara mayoritas penduduk Myanmar yang beragama Budha dengan penduduk minoritas beragama Islam.

Aksi kekerasan ini mengakibatkan sejumlah warga sipil  tewas dan rumah tinggal mereka dibakar. Warga minoritas dari etnis Rohingya yang beragama Islam hidup dibawah penindasan. Mereka tidak dapat secara bebas bepergian dan menikah, serta akses yang sangat terbatas untuk memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Mayoritas etnis Rohingya yang beragama Islam tidak diakui kewarganegaraan mereka, baik oleh Myanmar tempat dimana mereka tinggal dan negara tetangganya Bangladesh.