Saturday, 1 Muharram 1436 / 25 October 2014
find us on : 
  Login |  Register
  • Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar.   (Damir Sagolj/Reuters)

    Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar. (Damir Sagolj/Reuters)

  • Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar.   (Damir Sagolj/Reuters)

    Refleksi anak-anak dari etnis Rohingya tercermin dalam air mancur diluar sebuah masjid di desa Gollyadeil sebelah Utara kota Sittwe. (Damir Sagolj/Reuters)

  • Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar.   (Damir Sagolj/Reuters)

    Sejumlah warga muslim Rohingya naik perahu menyeberangi sungai Naf, untuk melintasi perbatasan dari wilayah Myanmar ke Bangladesh, di kota Teknaf sebelah Selatan Bangladesh . (Reuters)

  • Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar.   (Damir Sagolj/Reuters)

    Seorang pria etnis Rohingya tidur dalam sebuah masjid di desa Gollyadeil sebelah utara kota Sittwe, Myanmar. (Damir Sagolj/Reuters)

  • Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar.   (Damir Sagolj/Reuters)

    Seorang warga etnis Rohingya tengah berkumpul untuk menunggu sholat Jumat berjamaah di sebuah masjid di Sittwe, Myanmar. (Damir Sagolj/Reuters)

  • Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar.   (Damir Sagolj/Reuters)

    Seorang anak etnis Rohingya terlihat melalui lubang dari balik pagar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar. (Damir Sagolj/Reuters)

  • Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar.   (Damir Sagolj/Reuters)

    Seorang ibu dari etnis Rohingya beserta anaknya naik becak di sebelah Utara jalan kota Sittwe, Myanmar. (Damir Sagolj/Reuters)

Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar.   (Damir Sagolj/Reuters) Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar.   (Damir Sagolj/Reuters) Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar.   (Damir Sagolj/Reuters) Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar.   (Damir Sagolj/Reuters) Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar.   (Damir Sagolj/Reuters) Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar.   (Damir Sagolj/Reuters) Seorang warga etnis Rohingya tengah menunggu bantuan diluar sebuah masjid di Sittwe, Myanmar.   (Damir Sagolj/Reuters)

In Picture: Muslim Rohingya Tertindas, Kemana Umat Islam?

Tuesday, 12 June 2012, 13:39 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Sekitar 800 ribu jiwa warga etnis Rohingya yang tinggal di provinsi Rakhine sebelah Utara Myanmar, berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Pegiat hak asasi manusia menuding keadaan tersebut telah memicu kekerasan antara mayoritas penduduk Myanmar yang beragama Budha dengan penduduk minoritas beragama Islam.

Aksi kekerasan ini mengakibatkan sejumlah warga sipil  tewas dan rumah tinggal mereka dibakar. Warga minoritas dari etnis Rohingya yang beragama Islam hidup dibawah penindasan. Mereka tidak dapat secara bebas bepergian dan menikah, serta akses yang sangat terbatas untuk memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Mayoritas etnis Rohingya yang beragama Islam tidak diakui kewarganegaraan mereka, baik oleh Myanmar tempat dimana mereka tinggal dan negara tetangganya Bangladesh.

Redaktur : Mohamad Amin Madani
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar