Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Fakta Seram Program Nuklir Israel

Selasa, 12 Juni 2012, 06:01 WIB
Komentar : 38
Reaktor nuklir Israel
Reaktor nuklir Israel

REPUBLIKA.CO.ID, Ketika AS dan Barat sibuk menuding Iran soal fasilitas nuklirnya untuk tujuan pertahanan, tak banyak tudingan yang mengarah pada Israel. Padahal, Israel senantiasa berusaha meningkatkan kemampuan nuklirnya dengan tujuan militer.

Bahkan, proyek nuklir Israel sejak awal pendiriannya bertujuan militer. Pada tahun 1952, rezim Zionis mendirikan Komisi Energi Nuklir. Lima tahun kemudian komisi tersebut  mencapai kesepakatan dengan Prancis mengenai pembangunan reaktor riset  Dimona, Negev.

Reaktor riset berkekuatan 24 megawat air berat itu dioperasikan pada tahun 1964. Di reaktor ini pula Prancis melakukan pengolahan bahan bakar nuklir, sekaligus menyiapkan plutonium untuk memenuhi kepentingan militer Israel.

Sejak itu Israel semakin agresif meningkatkan kemampuan nuklir militernya. Pada tahun 1964, CIA melaporkan bahwa Israel berhasil memproduksi bom atom plutonium.

Hingga dekade 1990-an, rezim Zionis meningkatkan jumlah hulu ledak nuklirnya dari 75 hingga 130 buah. Pada tahun 2006, dengan dukungan AS dan negara Barat lainnya, Israel terang-terangan mengumumkan program nuklir militernya. Bulletin of The Atomis Scientist mengumumkan bahwa jumlah hulu ledak nuklir Israel menempati urutan kelima di dunia.

Sejatinya, senjata nuklir merupakan bagian dari doktrin militer Israel. Berbeda dengan  Iran yang bersikap transparan terhadap IAEA, Israel justru menolak kedatangan inspektur IAEA untuk meninjau program nuklir yang jelas-jelas bertujuan militer, dan mengancam kawasan dan dunia itu. Tel Aviv  juga menolak untuk menandatangani traktat NPT. Namun mengapa Israel yang  malah mendesak publik dunia supaya menekan Teheran untuk menghentikan program nuklir sipilnya.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Irib/Irna
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  save palestine Kamis, 24 Januari 2013, 08:43
Seharusnya seluruh negara islam bersatu melawan israel jgn hanya iran saja,kalo negara islam bersatu pasti israel akan mudah dihancurkan,allahu akbar!!!
  Huda saleho Kamis, 6 Desember 2012, 13:30
Apa pakek nuklir brantem dong tangan kosong
  fahrianur Selasa, 27 November 2012, 10:37
orang dekat kiamat nanti pasti akan kalah juga
  tiara Senin, 19 November 2012, 09:33
Bedebah israel kaum di laknat Allah SWT
  ari arcahya Sabtu, 8 September 2012, 13:30
israel itu negara bajingan,nuklirnya bukan ciptaan diri mereka tetapi negara prancis,makanya israel tidak mau iaea memeriksanya karena malu.haha.lain dengan iran,nuklirnya ciptaan mereka sendiri.