Friday, 6 Safar 1436 / 28 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Muslim Rohingya Dituduh Penyebab Konflik Myanmar

Monday, 11 June 2012, 14:23 WIB
Komentar : 19
nytimes
Muslim Rohingya
Muslim Rohingya

REPUBLIKA.CO.ID, NAYPYIDAW--Kekerasan sektarian di Myanmar diyakini tidak akan meluas ke seluruh negeri. Hal itu disampaikan organisasi riset berbasis di Yangon. "Tidak mungkin menyebar," kata U Tin Maung Thann, Presiden organisasi itu, seperti dikutip onislam.net, Senin (11/6).

U Tin mengatakan komunitas muslim di Myanmar memiliki pengalaman hidup berdampingan dengan etnis lain di Myanmar. Namun, ia tidak menyebut alasannya secara detail terkait pernyataannya itu. Meski masalah sebenarnya terkait dengan status Rohingya.

Ko Ko Gyi, aktivis yang menghabiskan 18 tahun penjara karena menentang pemerintah militer sebelumnya, menyebut kekerasan yang terjadi terkait dengan status Rohingya. Ia menyebut masyarakat internasional harus menemukan solusi terkait status Rohingya. Sebab, Rohingya bukanlah bagian dari Myanmar.

"Ini adalah masalah kedaulatan nasional. Siapa saja yang ingin memiliki kewarganegaraan Myanmar harus belajar bahasa dan budaya Myanmar," kata dia kepada New York Times.

Status kewarganegaraan Rohingya hingga kini tidaklah jelas. Menurut Undang-undang Kewarganegaraan Myanmar yang diamandemen tahun 1982, etnis Rohingya bukanlah bagian dari Myanmar. Mereka pun dianggap sebagai imigran ilegal di tanah airnya sendiri.

Seiring status mereka yang tidak berkewarganegaraan manapun, mereka mulai mengalami beragam kesulitan, seperti misal kekurangan pangan. Karena desakan ekonomi, setiap tahun ribuan Rohingya mengungsi dari Myanmar melakukan perjalanan berbahaya dengan bekal seadanya menuju Thailand dan Malaysia.

Mereka bekerja sebagai buruh ilegal dengan upah minim. Tapi bukan berarti mereka selamat dari pengejaran imigrasi negara tujuan. Jika tertangkap mereka akan dikembalikan ke negeri asalnya. Tentu, mereka bakal menghadapi mimpi kembali.

Seperti diberitakan sebelumnya, kekerasan sektarian kembali terjadi di Myanmar. Dalam bentrokan itu, sepuluh orang muslim tewas dan ratusan rumah dibakar.

Muslim Myanmar mencapai lima persen dari 53 juta penduduk Myanmar. Kelompok terbesar muslim Myanmar adalah etnis-Bengali, umumnya dikenal sebagai Rohingya. Mereka menetap di provinsi Rakhine. Sisanya adalah muslim keturunan India dan Cina masing-masing menetap di Yangon.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Hafidz Muftisany
Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kewajiban Muslim Penuhi Hak-Hak Binatang
JAKARTA -- Ketua Pemuliaan Lingkungan Hidup & SDA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. H. Hayu Prabowo menuturkan sudah menjadi kewajiban seorang Muslim untuk...