Saturday, 6 Syawwal 1435 / 02 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

Myanmar Nyatakan Keadaan Darurat Pascakonflik Buddha-Muslim

Monday, 11 June 2012, 09:11 WIB
Komentar : 0
Bendera Myanmar
Bendera Myanmar

REPUBLIKA.CO.ID, SITTWE -- Presiden Myanmar Thein Sein mengumumkan keadaan darurat di barat Myanmar. Pernyataan tersebut menyusul bentrokan mematikan antara umat Buddha lokal dan Muslim Bengali di sana.

Televisi pemerintah melaporkan, sejak Ahad (10/6) lalu telah diberlakukan jam malam di kota Sittwe di negara bagian Rakhine dan tiga kota lainnya. Selain itu, pemerintah setempat juga melarang pertemuan publik lebih dari lima orang.

Langkah ini menyusul kerusuhan yang terjadi Jumat (8/6) di dua daerah di Rakhine. Kerusuhan tersebut menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai 17 lainnya. Selain itu, kerusuhan juga menyebabkan ratusan rumah habis terbakar.

Pernyataan resmi dari pemerintah menuduh kerusuhan di Maungdaw dan Buthidaung disebabkan oleh 'teroris'. Namun menurut keterangan warga, kerusuhan di picu oleh umat Muslim di daerah tersebut yang menuntut balas. Pada 3 Juni lalu, 10 Muslim tewas dihukum mati oleh 300 umat Buddha tanpa melalui proses pengadilan.

Sebelumnya warga Buddha mengklaim geram akan ulah tiga pria Muslim. Mereka dituduh melakukan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang gadis Buddhis.

Ketegangan antara warga Buddha dan Muslim telah lama tercermin di negara bagian Rekhine. Banyak warga Muslim yang dianggap pemukim ilegal dari Bangladesh, oleh warga Buddha.

Pasukan tentara telah dikerahkan pada Jumat lalu di kedua kota tersebut. Polisi juga diminta membantu menjaga ketertiban.



Reporter : Gita Amanda
Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Aljazeera
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Sensasi Motor Mini di Monas
AKARTA -- Monas dipadati wisatawan pada musim libur Lebaran. Hal ini menjadi berkah bagi para pedagang yang biasa beroperasi disana. Salah satunya Andre,...