Thursday, 6 Muharram 1436 / 30 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kasus Pembunuhan Muslim di Myanmar Mulai Diselidiki

Thursday, 07 June 2012, 16:34 WIB
Komentar : 0
Muslim Myanmar mendapat diskriminasi di negaranya
Muslim Myanmar mendapat diskriminasi di negaranya

REPUBLIKA.CO.ID, NAYPYIDAW - Pemerintah reformis Myanmar meluncurkan penyelidikan resmi atas kekerasan sektarian, kata media pemerintah, Kamis (7/6). Pemerintah berjanji menghukum mereka yang bertanggung jawab.

Sebanyak 10 Muslim tewas di negara bagian Rakhine yang berbatasan dengan Bangladesh, Ahad lalu. Mereka terbunuh oleh massa yang marah karena perkosaan dan pembunuhan seorang perempuan setempat yang diduga dilakukan tiga pria Muslim.

Serangan terhadap Muslim mengancam upaya rekonsiliasi sejak reformasi politik tahun lalu. Meskipun telah ada sejak puluhan tahun lalu, Muslim masih dianggap sebagai orang asing oleh warga asli Myanmar.

Pemerintah yang jarang melempar komentar publik mengenai kerusuhan sipil, mengatakan telah membentuk sebuah komite khusus menyelidiki perselisihan sektarian dan berharap mengetahui temuannya pada akhir Juni.

 "Telah terjadi tindakan terorganisir, tanpa hukum dan anarkis yang dapat membahayakan perdamaian, stabilitas dan aturan hukum di negara bagian Rakhine pada Mei dan Juni," tulis sebuah pernyataan di halaman depan surat kabar corong pemerintah The New Light of Myanmar. Tiga pria Muslim asal Bengali yang dicurigai telah ditahan, menurut surat kabar milik pemerintah.

Penyelidikan akan dipimpin oleh Wakil Kementerian Dalam Negeri Brigadir Jenderal Kyaw Myint Zan. Komite bertujuan menyingkap kebenaran dan mengambil tindakan hukum.

Dengan kekhawatiran akan kekerasan lebih lanjut, pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi, Rabu, mendesak penduduk yang mayoritas pemeluk Budha menunjukkan simpati dengan kaum Muslim sebagai minoritas.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : AFP
Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Makna Sumpah Pemuda, Erick Yusuf: Ayo 'Action'
JAKARTA -- Tanggal 28 Oktober diperangati sebagai hari sumpah pemuda. Memaknai itu, Ustaz Erick Yusuf menilai pemuda Indonesia harus terus semangat dan bersatu. Erick...