Minggu, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

'Kutu Super', Penyakit Baru Akibat Seks Bebas

Kamis, 07 Juni 2012, 05:11 WIB
Komentar : 22
indyposted.com
Indonesian Child Protection Commission (KPAI) worries that easy access to condom can encourage children to engage in free sexual activity. (illustration)
Indonesian Child Protection Commission (KPAI) worries that easy access to condom can encourage children to engage in free sexual activity. (illustration)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selain virus HIV/AIDS, selama ini kita mengenal 'Raja Singa' sebagai salah satu penyakit mematikan akibat seks bebas. Tapi kini, ada penyakit baru yang tak kalah berbahaya dari dua penyakit tersebut. Para ilmuwan menyebutnya 'Kutu Super' gonorea.

Ironisnya, penyakit tersebut tahan terhadap obat. Penyebarannya pun sudah melanda seluruh dunia. Menurut laporan lembaga kesehatan PBB, jutaan pasien mungkin tidak terobati kecuali para dokter menemukan dan mengobatinya lebih dini.

Para ilmuwan melaporkan temuan satu rangkaian 'Kutu Super' gonorea di Jepang pada 2008 lalu. Rangkaian penyakit kelamin tersebut tahan terhadap antibiotik.

Saat itu, para ilmuwan memperingatkan penyakit 'Kutu Super' genorea dapat mengubah infeksi yang dulu mudah diobati menjadi ancaman kesehatan global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, kekhawatiran itu sekarang jadi kenyataan.

Banyak negara di dunia, termasuk Australia, Prancis, Norwegia, Swedia dan Inggris melaporkan kasus penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks tersebut, tahan terhadap antibiotik cephalosporin. Padahal, obat itu biasanya menjadi pilihan terakhir untuk menjinakkan gonorea.

"Gonorea menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat," kata Manjula Lusti-Narasimhan, dari Departemen Penelitian dan Kesehatan Reproduksi di WHO, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (6/6).

Narasimhan mengatakan, lebih dari 106 juta orang baru terinfeksi penyakit itu setiap tahun. "Organisme itu adalah apa yang kami sebut sebagai 'Kutu Super', dan telah mengembangkan ketahanan terhadap setiap klas antibiotik yang ada," kata ilmuwan wanita tersebut dalam pertemuan di Jenewa, Swiss.

"Jika infeksi gonorea tak diobati, dampak kesehatannya penting."

Gonorea adalah infeksi bakteri yang ditularkan melalui hubungan seks, yang jika dibiarkan dan tak diobati dapat mengarah kepada penyakit radang panggul, kehamilan ektopik, bayi meninggal saat dilahirkan. Selain itu, penyakit tersebut bisa menyebabkan infeksi mata parah pada bayi, dan ketidak-suburan pada lelaki dan perempuan.

WHO menyerukan masyarakat dunia meningkatkan kewaspadaan mengenai penggunaan antibiotik secara benar. Penelitian lebih lanjut mengenai pengobatan alternatif bagi apa yang disebut infeksi gonorea juga harus diperhatikan.

Kemunculan rangkaian gonorea 'Kutu Super' disebabkan akses yang tak diatur ke antibiotik dan penggunaan antibiotik secara berlebihan. Sehingga, memberi bahan bakar bagi mutasi genetika alamiah pada bakteri itu.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Reuters
'Ketahuilah, sesungguhnya bahwa malaikat tidak mau masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung.(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Partai Perdana Skuat Garuda Raih Poin, Ini Gol yang Tercipta
JAKARTA -- Meski sempat tertinggal dua kali dari tuan rumah Vietnam, skuat Indonesia berhasil memaksa tuan rumah berbagi skor 2-2 dalam laga perdana....