Sabtu, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Iran Dituding Lakukan Intervensi Militer di Suriah

Jumat, 01 Juni 2012, 21:19 WIB
Komentar : 2
Reuters
  Kekerasan di kota Homs, Suriah.
Kekerasan di kota Homs, Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT---Kelompok oposisi, Dewan Nasional Suriah (SNC), Jumat, menuduh Iran "ikut campur dalam urusan di Suriah" dengan memberi Damaskus bantuan militer, dan menyerukan penyelidikan PBB dan Liga Arab.

"Kendati rezim Suriah melakukan kejahatan ... rezim Iran tampaknya bertekad untuk memberinya pasokan penuh militer, keamanan, ekonomi dan politik," kata SNC di dalam satu pernyataan.

"Campur tangan Iran dalam urusan di Suriah meliputi pelatihan anggota milisi pro-rejim mengenai penindasan atas pemrotes," kata SNC.

Dewan itu menuduh Teheran memberi Damaskus teknologi pengawasan dan senjata, termasuk bahan peledak, senapan mesin, artileri berat dan tank.

"Pengawal Revolusi Iran telah ikut dalam berbagai operasi keamanan untuk menghukum pembangkang anti-rezim," demikian isi pernyataan itu.

Koalisi oposisi Suriah tersebut menuntut Liga Arab dan Dewan Keamanan PBB agar "menyelidiki keterlibatan Iran. 

Ditambahkannya, rezim Iran "terlibat dalam upaya menyulut perang saudara di Suriah".

Dewan Keamanan PBB "harus mengutuk serta melakukan tindakan yang perlu, dan pada saat yang sama mencegah kedatangan peralatan serta senjata Iran secara gelap untuk rezim Suriah", katanya.

"Teheran juga telah memompa miliaran dolar AS (buat rezim Suriah) melalui bank di Lebanon dan Irak, guna mencegah ekonomi Suriah ambruk," kata SNC.

Dewan koalisi itu juga menuduh Iran terlibat dalam "berbagai kejahatan yang dilakukan oleh pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad", dan "membantah tanggung jawab rezim atas semua kejahatan itu".

 

 

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara/AFP
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...