Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Malaysia-Jepang Bantu Kembangkan Ekonomi Islam di Palestina

Selasa, 15 Mei 2012, 01:08 WIB
Komentar : 0
AFP
Anak sekolah Palestina mengerjakan pekerjaan rumah dengan penerangan lilin jelang dimatikannya listrik di Gaza City, Maret 2012

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- The Japan International Cooperation Agency (JICA) dan the Islamic Banking and Finance Institute Malaysia (IBFIM) melakukan pelatihan perbankan syariah bagi pejabat keuangan di Palestina. Sebanyak 23 orang yang berasal dari kementerian dan lembaga keuangan Palestina akan hadir pada pelatihan yang berlangsung selama dua pekan di Kuala Lumpur, Malaysia, tersebut.

"Pada akhir pelatihan peserta akan diberi sertifikat kualifikasi keuangan syariah oleh institut," ujar eksekutif IBFIM, Datuk Adnan Alias, seperti dilansir laman Bernama, Senin (14/5). Selain training, IBFIM juga memberikan layanan konsultasi untuk mengembangkan institusi serta kerangka regulasi industri syariah di Palestina.

Kepala Perwakilan JICA di Malaysia, Sato Kunihiko, mengatakan kolaborasi Malaysia-Jepang ini merupakan program pertama yang dilakukan untuk membantu pembangunan Palestina. Salah satu upaya untuk membangun Palestina yang layak adalah mengembangkan perekonomiannya, terutama ekonomi Islam.

Dengan kerja sama itu, JICA berharap industri syariah dapat masuk ke Jepang. "Program ini merupakan pelengkap bagi kami untuk membantu pengembangan ekonomi Palestina. Malaysia memiliki pengetahuan dan latar belakang yang kuat terhadap industri syariah sementara Jepang memiliki pengalaman yang luas dalam kerja sama internasional," ujar Sato.

Reporter : Friska Yolanda
Redaktur : Dewi Mardiani
2.070 reads
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda