Rabu, 13 Syawwal 1436 / 29 Juli 2015
find us on : 
  Login |  Register

Aung San Suu Kyi Peroleh Paspor Myanmar

Selasa, 08 Mei 2012, 23:16 WIB
Komentar : 0
Khin Maung Win/AP
Aung San Suu Kyi
Aung San Suu Kyi

REPUBLIKA.CO.ID, YANGON -- Pemerintah Myanmar dikabarkan mengeluarkan paspor untuk pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi. Paspor dikeluarkan saat mantan tahanan politik itu menyiapkan perjalanan ke luar negeri untuk pertama kali sesudah 24 tahun.

Tokoh pendukung demokrasi berusia 66 tahun itu berencana mengunjungi Oslo pada Juni. Kehadirannya di sana untuk menerima Nobel Perdamaian pada 1991.

"Kami mendapat keterangan pada Jumat bahwa Daw Suu mendapat paspor. Paspor itu di tangannya sekarang," kata Nyan Win, juru bicara pegiat kawakan partai Liga Bangsa untuk Demokrasi (NLD), kepada kantor berita Prancis AFP. Daw adalah istilah penghormatan di Myanmar.

Suu Kyi juga berniat melawat ke Inggris. Tempat ia tinggal bertahun-tahun dengan (mendiang) suaminya dan kedua putranya sebelum kembali ke Myanmar pada akhir 1980-an. Nyan Win menyatakan perjalanan itu dijadwalkan pada pertengahan Juni.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara/AFP
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. ((QS.Al-Baqarah [2]:119))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Ada Tiga Kelompok Besar di Pilkada Serentak'
JAKARTA -- Indonesia akan melakukan pemilahan kepala daerah (pilkada) serentak pada akhir tahun ini. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Zulkifli Hasan menilai...