Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Lindungi Aktivis Cheng, AS Dituntut Minta Maaf oleh Cina

Rabu, 02 Mei 2012, 23:11 WIB
Komentar : 0
telegraph-news.com
Cheng Guancheng, aktivis pro-demokrasi Cina

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Setelah sempat mendekam beberapa hari di Kedutaan besar Amerika Serikat, aktivis pro-demokrasi Cina, Cheng Guancheng memutuskan keluar atas kemauan sendiri. Pemerintah Cina menjamin tidak ada masalah hukum lebih lanjut yang ditimpakan pada Chen.

Tak hanya itu laporan penganiayaan terhadap dirinya akan diselidiki. Ia pun dijanjikan untuk dipindah ke lingkungan yang aman dan dibebaskan pergi ke universitas.

Tapi bukan Cina bila melakukan itu tanpa syarat. Negeri tirai bambu itu kini  menuntut permintaan maaf dari Amerika Serikat untuk penanganan situasi. Liu Weimin, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, mengatakan dalam komentar yang dilaporkan oleh Xinhua, alasan permintaan maaf itu. 

"Aktivitas AS telah campur tangan dalam urusan dalam negeri Cina, dan ini benar-benar tidak dapat diterima oleh Cina," katanya. Ia melanjutkan, "Cina menuntut AS meminta maaf atas ini, menyelidiki secara menyeluruh insiden ini, dan  menghukum mereka yang bertanggung jawab dan memberikan jaminan bahwa insiden tersebut tidak akan terulang kembali."

Cheng, seorang pengacara tunanetra, melarikan diri dari tahanan rumah di sebuah desa terpencil. Ia terbatas pada rumahnya setelah menjalani empat tahun penjara. Ia dikenal aktif melakukan advokasi hukum, antara lain untuk korban praktek aborsi paksa oleh petugas keluarga berencana Cina.

Media Cina mendukung apa yang dilakukan pemerintahnya dengan meminta AS minta maaf. "Di Barat, Chen adalah kentang panas untuk pemerintah Cina," tulis sebuah koran lokal. "Sekarang ia sedang membuat Washington tidak nyaman."

Beberapa aktivis menyatakan, komitmen AS atas HAM diuji dalam kasus Cheng. "Ini adalah momen penting bagi diplomasi hak asasi manusia AS," kata Bob Fu, presiden China Aid, yang berbasis di Texas.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : CNN
432 reads
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...