Jumat, 27 April 2012, 11:40 WIB

'Nasib' Pangkalan Militer AS di Okinawa akan Diputuskan Jumat Ini

Red: Djibril Muhammad
Pangkalan Militer AS di Okinawa, Jepang
Pangkalan Militer AS di Okinawa, Jepang

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Amerika Serikat dan Jepang akan segera mengumumkan perjanjian yang bertujuan untuk memecahkan kebuntuan panjang mengenai pangkalan militer di Okinawa. Hal itu disampaikan asisten menlu untuk Asia Timur, Kurt Campbell, Kamis (26/4).

Pejabat senior AS ini mengatakan kedua negara akan menyiarkan "terobosan" dan kesepakatan yang "sangat spesifik" pada Jumat (27/4). "Ini untuk mengakhiri kebuntuan panjang di Okinawa," kata Campbell di Pusat Studi Strategis dan Internasional, satu kelompok pemikir di Washington.

Campbell mengatakan kesepakatan itu akan "sangat spesifik" mengenai jumlah pasukan dan dikembalikannya tanah di Okinawa, dimana terjadi ketegangan lama dengan AS karena kehadiran pasukan militer dalam jumlah besar.

Kesepakatan itu terjadi tepat sebelum Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda melakukan pertemuan puncak pada Senin dengan Presiden Barack Obama di Washington.

Tiga senator terkemuka Amerika Serikat sebelumnya menyatakan keberatan atas penundaan kesepakatan pangkalan itu, dan mengatakan adanya bagian yang tidak jelas pada pembiayaan, tetapi Campbell mengatakan ia percaya keprihatinan mereka telah ditangani.

Sumber : Antara/AFP