Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Presiden AS, Barack Obama, duduk sejenak di kursi yang dulu ditempati oleh Rosa Park

  • Presiden Barack Obama melanjutkan perbincangan dengan wakil presiden, Joe Biden, usai rapat di Ruang Oval

  • Presiden Obama tengah berbincang dengan Duta Besar Korea untuk AS, Sung Kim, dalam penerbangan pagi menuju pangkalan militer AS, Yongsan, Seoul

  • Presiden Obama melakukan perbincangan dengan PM Turki, Recep Tayyip Erdo?an, usai pertemuan bilateral di Hotel Grand Hyatt di Seoul, Korea Selatan

In Picture: Foto-Foto Obama dengan Impresi Kuat

Senin, 23 April 2012, 14:53 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, DETROIT - Gedung Putih baru saja merilis foto-foto resmi kepresidenan di Flickr pekan lalu. Salah satu foto yang memberi impresi kuat menggambarkan Presiden Barack Obama duduk sejekan di bus, di mana Rosa Park menolak memberikan tempatnya kepada penumpang kulit putih saat itu.

Rosa Parks ialah aktivis hak asasi manusia Amerika yang disebut oleh Kongres sebagai "the first lady of civil rights", dan "the mother of the freedom movement". Pada 1 Desember 1955, di Montgomery, Alabama, Parks menolak mematuhi sopri bus, James F. Blake yang memerintahkan ia memberikan tempat duduknya untuk seorang penumpang kulit putih.

Setelah duduk sesaat di kursi tersebut, Obama memberikan pidato di acara perkemahan di Michigan. "Saya baru saja duduk di sana untuk beberapa saat dan memikirkan keberanian dan tekad yang kini menjadi bagian dari sejarah dan juga bagian dari barisan panjang rakyat tanpa nama karena tak tercatat sejarah. Namun mereka yang konsisten bersikeras mempertahankan harga diri, bagian dari mimpi Amerika," ujarnya menurut rekaman resmi Gedung Putih.

Bis itu kini menjadi salah satu koleksi berharga di Museum Henry Ford, Detroit.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : US White House
2.742 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda