Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Salafi Bagi-bagi Alquran, Intelijen Jerman Bilang Berbahaya

Selasa, 17 April 2012, 01:55 WIB
Komentar : 0
ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Lapangan Potsdamer di Berlin, Jerman, sempat gempar gara-gara aksi para muslim 'salafis' membagi-bagikan Alquran kepada publik. Salah satu pembagi kitab suci Islam itu dengan suara keras mengumandangkan beberapa ayat, sementara seorang penentang mengangkat papan yang bertulisan teks-teks kritis terhadap Alquran dan Islam.

Lalu berdatanganlah beberapa fotografer. Kedua pria itu serta merta berpose di depan kamera. Dengan demikian berakhirlah konfrontasi singkat tersebut.

Sekitar sepuluh pembagi Alquran yang banyak dibicarakan itu dan para wartawan pun mulai menghilang diganti oleh para wisatawan. "Apakah kegemparan hari-hari belakangan tidak terlalu dibesar-besarkan?" seorang pejalan kaki bertanya-tanya.

Dinas Keamanan Jerman menyatakan, aksi 'Baca!' yang digelar kelompok Islam salafi ini bisa berbahaya. Dinas Intelijen Jerman ini memperingatkan adanya kelompok di balik orang-orang yang membagi-bagikan Alquran. Mereka dicurigai ingin merekrut kelompok radikal.

Para salafis di Jerman bertekad membagi-bagikan 25 juta Alquran. Ini disebut propaganda kaum radikal. Wartawan yang menulis berita kritis tentang mereka minggu lalu sempat diancam lewat YouTube. Sejak itu kalangan politik Jerman mengutuk kelompok ini. Dan hal yang sama dilakukan juga Dewan Muslim Jerman.

Para pembagi Alquran tidak mau mengomentari tuduhan-tuduhan tersebut. "Alquran adalah kitab pencinta damai," kata seorang salafis muda yang membawa tumpukan Alquran. Para demonstran ini menumpukkan ratusan terjemahan Alquran dalam bahasa Jerman di stand mereka.

Mayoritas para salafis mengenakan t-shirt putih. Ada yang berjanggut panjang. Ada juga muslim Jerman asli. Mereka juga membuat film kegiatan mereka.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : De Volkskrant/RNW
4.551 reads
Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  heraklius Kamis, 19 April 2012, 18:14
Dewan Muslim Jerman itu bukan muslim tapi warga Syiah.
Syiah bukan bagian Islam, namun sekte berkedok islam...
Salafi = pengikut Salaf (kaum terdahulu yg setia kpd Rasulullah SAW)
  Pamungkas Selasa, 17 April 2012, 08:05
Alhamdulillah semoga rakyat jerman yang non muslim diberi hidayah utk tobat dan masuk muslim
  hafid Selasa, 17 April 2012, 07:44
tidak aneh.begitu banyak fitnah bahkan oleh kaum muslimin sendiri
  paus Selasa, 17 April 2012, 06:52
Sebagai pengimbang...kenapa tidak...
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda