Thursday, 12 April 2012, 21:14 WIB

Dioncounda Traore Resmi Jadi Presiden Sementara Mali

Rep: Ani Nursalikah/ Red: Karta Raharja Ucu
Dioncounda Traore
Dioncounda Traore

REPUBLIKA.CO.ID, BAMAKO -- Dioncounda Traore resmi menjadi presiden sementara Mali, Kamis (12/4). Traore menjadi presiden tiga pekan setelah pemimpin negara benua hitam tersebut dikudeta.

Sesuai konstitusi, Traore yang memimpin dewan nasional Mali akan menjadi presiden sementara selama 40 hari. Kendati demikian, mediator regional mengakui akan butuh waktu lama bagi Mali untuk mengadakan pemilihan umum presiden.

Kesepakatan untuk mengembalikan Mali ke konstitusi merupakan hasil dari perundingan antara pemimpin junta militer dan blok kawasan Afrika Barat ECOWAS. Presiden terguling Amadou Toumani Toure akhirnya menampakkan dirinya pada Ahad lalu untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya. Toure mengambil langkah tersebut di bawah tekanan dunia internasional dan sanksi finansial regional.

Toure dikudeta hanya sebulan sebelum masa kepemimpinannya berakhir. Pada 21 Maret, pasukan pemberontak menyerang dan mengepung istana kepresidenan. Toure kemudian bersembunyi. Akibat kudeta, tatanan demokrasi Mali mengalami kemunduran.

Pasukan pemberontak mengaku melakukan kudeta karena Toure tidak mampu mengendalikan pemberontakan di utara Mali yang berlangsung sejak Januari. Kelompok pemberontak Tuareg berhasil menguasai tiga kota besar di Mali dan mendeklarasikan kemerdekaan.

Kelompok pemberontak terpecah antara sekuler dan faksi Islam yang menginginkan penerapan hukum syariah. Tak bisa dipungkiri, Mali kini dalam krisis.

Sumber : AP