Minggu, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dioncounda Traore Resmi Jadi Presiden Sementara Mali

Kamis, 12 April 2012, 21:14 WIB
Komentar : 0
Dioncounda Traore
Dioncounda Traore

REPUBLIKA.CO.ID, BAMAKO -- Dioncounda Traore resmi menjadi presiden sementara Mali, Kamis (12/4). Traore menjadi presiden tiga pekan setelah pemimpin negara benua hitam tersebut dikudeta.

Sesuai konstitusi, Traore yang memimpin dewan nasional Mali akan menjadi presiden sementara selama 40 hari. Kendati demikian, mediator regional mengakui akan butuh waktu lama bagi Mali untuk mengadakan pemilihan umum presiden.

Kesepakatan untuk mengembalikan Mali ke konstitusi merupakan hasil dari perundingan antara pemimpin junta militer dan blok kawasan Afrika Barat ECOWAS. Presiden terguling Amadou Toumani Toure akhirnya menampakkan dirinya pada Ahad lalu untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya. Toure mengambil langkah tersebut di bawah tekanan dunia internasional dan sanksi finansial regional.

Toure dikudeta hanya sebulan sebelum masa kepemimpinannya berakhir. Pada 21 Maret, pasukan pemberontak menyerang dan mengepung istana kepresidenan. Toure kemudian bersembunyi. Akibat kudeta, tatanan demokrasi Mali mengalami kemunduran.

Pasukan pemberontak mengaku melakukan kudeta karena Toure tidak mampu mengendalikan pemberontakan di utara Mali yang berlangsung sejak Januari. Kelompok pemberontak Tuareg berhasil menguasai tiga kota besar di Mali dan mendeklarasikan kemerdekaan.

Kelompok pemberontak terpecah antara sekuler dan faksi Islam yang menginginkan penerapan hukum syariah. Tak bisa dipungkiri, Mali kini dalam krisis.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : AP
Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya( (HR. Al-Baihaqi) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...