Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bawa Data tentang Islam, Mahasiswa Kanada Ditahan

Senin, 09 April 2012, 18:27 WIB
Komentar : -1
onislam
Mahasiswa pascasarjana Universitas Montreal, Pascal Abidor
Mahasiswa pascasarjana Universitas Montreal, Pascal Abidor

REPUBLIKA.CO.ID, MONTREAL-- Sial betul nasib mahasiswa pascasarjana Universitas Montreal, Pascal Abidor. Gara-gara membawa data-data riset tentang Islam untuk bahan disertasinya, Pascal ditahan pemerintah Amerika, Ahad (8/4) kemarin.

"Konyol dan absurd adalah kata-kata yang muncul dalam pikiran ku," ungkapnya, seperti dikutip onislam.net, Senin (9/4).

Penangkapan ini bermula saat Pascal tengah menuju Brooklyn dengan menggunakan kereta api pada Mei 2010. Lalu aparat Bea Cukai AS mencegatnya di Champlain, New York. Saat digeledah, petugas menemukan sebuah laptop. Petugas lalu menemukan foto-foto Hamas dalam sebuah folder.  Saat itu, Pascal mengatakan foto-foto tersebut ia unduh dari internet.

Meski petugas mengetahui, Pascal bukanlah seorang muslim, ia tetap saja harus menginap di penjara selama beberapa jam. Selama penahanan, ia ditanyai tentang ketertarikannya dalam Islam. Petugas juga menanyakan alasan dan tujuannya ke Timur Tengah.

Sepekan kemudian, laptop Pascal dikembalikan dengan banyak file pribadinya, termasuk data riset yang dibuka. Saat itulah, Pascal merasa trauma dengan pengalamannya itu. "Saya jadi sulit tidur ketika memikirkannya," kata Pascal.

Tak berdiam diri, ia pun mengajukan pengaduan pada Uni Kebebasan Sipil Amerika (ACLU). Melalui bantuan kelompok itu, ia mengajukan gugatkan kasus itu ke pengadilan. Akantetapi pengadilan AS menilai pemeriksaan itu sah dimata hukum.

Namun, pengacara Pascal berargumen bahwa pemeriksaan itu tidak konstitusional. Sebab, pemerintah AS tidak memiliki hak untuk memeriksa tanpa ada sebab. Menanggapi hal ini, hakim pengadilan belum memutuskan apakah ia akan membatalkan kasus tersebut atau melanjutkan.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Hafidz Muftisany
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  wahyu Senin, 9 April 2012, 19:28
negara pencipta HAM, ternyata cuma buat kedok.. astagfirullah.. semoga makin banyak orang2 segera ke jalan yg benar,amin..

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...