Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Suu Kyi-Utusan Etnik Karen Berembuk

Minggu, 08 April 2012, 20:05 WIB
Komentar : 0
AP
Aung Sang Suu Kyi
Aung Sang Suu Kyi

REPUBLIKA.CO.ID, YANGON -- Pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, Ahad (8/4), bertemu dengan pemberontak etnik Karen. Hal itu dilakukan di awal kegiatan politiknya sejak terpilih menjadi anggota parlemen, pekan lalu. Suu Kyi meraih kursi di parlemen dalam pemilu sela 1 April 2012.

Pihaknya berembuk selama sekitar dua jam dengan delegasi Persatuan Nasional Karen (KNU) di Yangon. Pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) itu menjadi peristiwa penting yang akan membantu mempercepat rekonsiliasi nasional.

"Karena tujuan NLD adalah memiliki persatuan demokrasi yang sejati, kami yakin semua etnik harus dilibatkan dalam proses ini," jelas Suu Kyi, seperti dilansir AFP.  Perundingan dilakukan sehari setelah delegasi-delegasi KNU bertemu dengan Presiden Thein Sei di ibu kota Naypyidaw untuk pertama kalinya.

Myanmar menganggap kelompok Karen sebagai satu organisasi ilegal. Pemimpin Karen saat ini bermarkas di Thailand. Sayap militernya telah melakukan pemberontakan paling lama di Myanmar, menyerang pemerintah sejak tahun 1949 di hutan timur dekat perbatasan Thailand.

KNU menandatangani satu perjanjian dengan pemerintah baru Januari tahun ini. KNU berusaha untuk meningkatkan harapan bagi dihentikan secara tetap salah satu konflik sipil terlama di dunia.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar