Saturday, 4 Zulqaidah 1435 / 30 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

Uni Afrika Tolak Kemerdekaan Mali utara

Saturday, 07 April 2012, 06:55 WIB
Komentar : 0
AP
Pemberontak Tuareg berhasil merebut bagian utara Mali, Jumat (23/3).
Pemberontak Tuareg berhasil merebut bagian utara Mali, Jumat (23/3).

REPUBLIKA.CO.ID, ADDIS ABABA -- Uni Afrika (AU) menolak klaim kemerdekaan oleh pemberontak Tuareg di Mali utara. Pernyataan AU tersebut dikeluarkan pada Jumat (6/4), beberapa jam setelah pernyataan resmi oleh gerakan arus utama MNLA mereka.

Kepala Komisi AU Jean Ping, mengatakan, blok pan-Afrika menolak deklarasi kemerdekaan MNLA di bagian utara Mali.

Sebelumnya, pemberontak Tuareg yang menyebut dirinya Gerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad Mali utara (MNLA) pada Jumat (6/4) menyatakan kemerdekaan Azawad. Pernyataan tersebut diposting di laman kelompok mereka melalui juru bicara televisi France 24.

"Atas nama rakyat Azawadi dan setelah berkonsultasi dengan komite eksekutif, dewan revolusioner, dewan pertimbangan dan kepala staf Tentara Pembebasan Nasional, kami memutuskan untuk mendeklarasikan kemerdekaan Azawad," kata pernyataan itu.

Pernyataan itu juga menyebutkan penghormatan dan pengakuan pemberontak dalam hal perbatasan negara tetangga dan komitmen MNLA untuk terlibat penuh dalam piagam PBB. Pemberontak juga berjanji untuk memulihkan keamanan dan mulai membangun lembaga negara yang mengarah ke sebuah konstitusi demokratis untuk Azawad yang independen.

MNLA juga menyeru masyarakat internasional untuk mengakui negara Azawad tanpa penundaan dan mengatakan akan terus mengelola urusan Azawad sampai tokoh nasional ditunjuk.

Reporter : Lingga Permesti
Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : Xinhuanet.com
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar